Mudah Pahami Menulis Proposal dengan Jigsaw

Oleh : Sri Sumartini, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya.
Dengan menguasai keterampilan menulis, siswa akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada waktu tertentu.

Keterampilan menulis proposal juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif. Sehingga mampu melahirkan generasi masa depan yang kritis karena mereka memiliki kemampuan untuk mengekspresikan gagasan, pikiran, atau perasaan kepada orang lain secara runtut dan sistematis untuk melakukan kegiatan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat.

Namun keterampilan menulis proposal pada siswa kelas XI semester genap hasilnya belum sesuai yang diharapkan. Hal ini terbukti dari nilai yang dicapai oleh siswa masih di bawah rata-rata dari standar yang diharapkan.

Kondisi tersebut tidak lepas dari proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah yang dinilai belum optimal dalam membantu siswa terampil berpikir secara rasional. Guru belum menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat sehingga hasilnya kurang maksimal (Depdiknas 2004:9).

Baca juga:   Langkah Mudah dan Murah Belajar Surat Lamaran Kerja dengan WA

Kemampuan menulis proposal diperlukan strategi tertentu untuk menguasai materi keterampilan dalam menulis. Salah satu metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis proposal adalah metode kooperatif tipe jigsaw. Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawannya dari Universitas Texas kemudian diadaptasi oleh Slavin.

Metode jigsaw kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari lima atau enam siswa dengan karakteristik yang heterogen. Bahan materi akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks; dan tiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.

Anggota dari berbagai tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian materi akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut “kelompok pakar” (expert group). Selanjutnya, para pakar siswa yang berada dalam kelompok kembali ke kelompoknya semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar.

Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home teams”, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Dalam metode jigsaw versi Slavin individu atau tim yang memperoleh skor tinggi diberi penghargaan oleh guru.

Baca juga:   Tingkatkan Minat Menulis Cerita Inspiratif melalui Pengalaman Pribadi

Dalam pembelajaran ini, siswa dituntut untuk aktif berpikir, mendalami materi yang harus dikuasai, serta mampu menyampaikan ke siswa yang lain. Namun, ada siswa yang kesulitan memahami materi dan belum menguasai cara penyampaian materi sehingga tujuan tidak tercapai. Untuk itu, guru perlu mendampingi siswa, memotivasinya, dan memberi bimbingan. Guru harus mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dan menemukan solusinya sehingga materi benar-benar dikuasai siswa. Guru juga memberi pancingan supaya siswa dapat menyampaikan materi yang dikuasai/dipahami kepada siswa lain. (pm2/lis)

Guru Bahasa Indonesia MAN 1 Gunungkidul, DIY.

Author

Populer

Lainnya