Role Playing Bantu Tingkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris

Oleh : Nurfiah Sukaryati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang diajarkan di Indonesia sebagai bahasa asing sejak mulai jenjang SMP/MTs. Pembelajaran bahasa Inggris di SMP/MTs menargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat functional. Yakni mampu berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana yakni kemampuan memahami dan atau menghasilkan teks lisan dan tulis.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris ada empat keterampilan yang harus dikuasai peserta didik yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik adalah berbicara (speaking skill).
Dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMPN 3 Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara masih mengalami banyak kendala. Terlebih sebagian besar peserta didik baru mengenal bahasa Inggris saat duduk di bangku SMP.Tentu saja perbendaharaan kosakatanya masih terbatas. Jangankan mampu berbicara, sedangkan membaca dan menulis kata sederhana saja masih kesulitan.

Untuk mengajarkan keterampilan berbicara bahasa Inggris tentu butuh usaha yang lebih keras lagi. Apalagi dalam bahasa Inggris antara tulisan dan pengucapan banyak yang berbeda. Sangat penting bagi penulis untuk menyampaikan model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik agar mereka termotivasi dan bersemangat untuk terus belajar bahasa Inggris.

Baca juga:   Sinkron dan Asinkron Meningkatkan Antusias Peserta Didik Belajar Matematika

Salah satu model pembelajaran yang digunakan penulis untuk mengajarkan keterampilan berbicara bahasa Inggris adalah role playing. Menurut Wikipedia (2012) role playing adalah sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama.

Sedangkan menurut Santoso (2011) role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imaginasi dan penghayatan siswa. Dengan kata lain model pembelajaran role playing adalah suatu model pembelajaran dengan melakukan permainan peran yang di dalamnya terdapat aturan, tujuan, dan unsur senang dalam melakukan proses belajar mengajar. Role playing seringkali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas di mana peserta didik membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain. Peserta didik diperlakukan sebagai subjek pembelajaran sehingga akan aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris) bersama teman-temannya pada situasi dan kondisi tertentu.
Hal ini tentu saja akan memotivasi peserta didik untuk berani bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris. Selain itu dengan melakukan model pembelajaran role playing peserta didik akan meningkat kepercayaan dirinya untuk berani berbicara bahasa Inggris.

Secara umum langkah-langkah dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris menggunakan pembelajaran role playing, penulis menampilkan satu teks percakapan yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Misalnya ungkapan memberi selamat, menyatakan setuju/tidak setuju, memberikan pendapat dan sebagainya.
Dari teks tersebut penulis meminta peserta didik bermain peran sesuai tokoh dalam teks tersebut. Dengan mengulang-ulang kalimat yang ada dalam teks tersebut, diharapkan peserta didik tumbuh motivasi dan rasa percaya dirinya untuk mampu mengucapkan dan berbicara bahasa Inggris.

Baca juga:   Mapel Produksi Hasil Hewani dan Gemarikan

Menurut Bobby De Porter (Santoso : 2011) ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari model pembelajaran role playing. Di antaranya role playing dapat memberikan semacam hidden practice yaitu peserta didik tanpa sadar menggunakan ungkapan-ungkapan materi yang sedang dan telah mereka pelajari. Role playing cocok untuk kelas besar karena dapat melibatkan peserta didik yang cukup banyak, dan memberikan kesenangan kepada peserta didik. Karena pada dasarnya role playing adalah permainan. Dengan bermain peran peserta didik akan semakin semangat dan termotivasi untuk belajar. Juga semakin meningkat rasa percaya diri, sehingga diharapkan keterampilan berbicara bahasa Inggris peserta didik juga akan meningkat. (pm2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.

Author

Populer

Lainnya