Mengoptimalkan Layanan Perpustakaan Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Dra. Susilowati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan aktivitas pembelajaran. Tak terkecuali dengan pelayanan perpustakaan. Diberlakukannya pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) otomatis seluruh penyampaian materi disampaikan di rumah. Akibatnya peserta didik tidak bisa mengunjungi perpustakaan.

Padahal dalam pelaksanaan PJJ siswa sangat membutuhkan buku-buku yang mendukung pembelajaran. Hal ini tentu dialami oleh sekolah yang perpustakaannya belum menerapkan sistem digital. Berbeda dengan perguruan tinggi atau sekolah-sekolah yang sudah menerapkan sitem digital. Tidak begitu berpengaruh dalam layanan sirkulasi karena memiliki koleksi digital yang dapat diakses secara online.

Lalu bagaimana dengan perpustakaan yang belum menerapkan sistem digital? Apakah tetap bisa melakukan pelayanan? Perpustakaan sekolah tidak boleh tutup. Dalam artian layanan informasinya kepada para penggunanya meskipun pandemi Covid-19.

Walaupun peserta didik belajar di rumah, perpustakaan sekolah tetap menjadi sumber belajar sesuai informasi dan sumber belajar sesuai fungsi perpustakaan sebagai jantung sekolah. Sebagai jantung sekolah perpustakaan sekolah harus bisa mendistribusikan informasi ke seluruh warga sekolah.
Menurut Suherman (2011-LIPI 9001) perpustakaan sebagai jantung sekolah berfungsi menyalurkan pengetahuan ke seluruh komunitas sekolah peserta didik, dan pegawai.
Layanan perpustakaan di masa pandemi berbeda dengan situasi normal. Terdapat tiga strategi yang dapat diterapkan oleh perpustakaan sesuai kondisi wilayah perpustakaan. Yaitu tatap muka, non-tatap muka, dan virtual. Pertama perpustakaan yang berada di zona hijau dan kuning tetap dapat menerapkan layanan perpustakaan tatap muka, tetapi secara terbatas. Layanan secara terbatas ini diterapkan sesuai protokol kesehatan. Yaitu pengukuran suhu, penggunaan masker, penyediaan hand sanitizer/tempat cuci tangan dan sabun, pembatasan jarak, pengurangan kapasitas pustaka, penyemprotan disinfektan, dan karantina koleksi perpustakaan setelah dikembalikan selama 3 hari.

Baca juga:   Upaya Menciptakan Kenyamanan Pembelajaran Pesera Didik di Kelas

Strategi kedua dapat diterapkan pada perpustakaan di zona hijau dan kuning. Layanan yang disediakan terdiri dari layanan onsite seperti strategi pertama dan online. Dengan demikian, perpustakaan harus mengembangkan sumber daya perpustakaan yang mendukung layanan online. Seperti menyediakan koleksi digital, menciptakan inovasi penyampaian layanan perpustakaan secara online, dan menyediakan jaringan internet dan wi-fi.
Strategi ketiga layanan virtual diterapkan di perpustakaan yang berada di zona oranye dan merah dengan risiko penularan Covid-19 tinggi. Perpustakaan SMKN 1 Ngablak melalukan pelayanan tatap muka. Sejak diberlakukan PJJ pengelola mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan berdasarkan protokol kesehatan Covid-19.

SOP perpustakaan SMKN 1 Ngablak disusun seperti berikut: peserta didik atau pemustakaan yang lain yang akan mengunjungi perpustakaan harus cuci tangan atau menggunkana hand sanitizer terlebih dahulu serta diukur suhu tubuhnya. Pengunjung dan petugas wajib memakai masker. Ada pembatasan jumlah maksimal pengunjung perpustakaan. Pengunjung maupun petugas perpustakaan wajib menjaga jarak aman yaitu sekitar 1 meter per orang. Pembatasan tempat duduk pada ruang baca dan memberikan tanda untuk membatasi dan menjaga jarak.

Baca juga:   Pembelajaran Mesin Kendaraan Ringan dengan Google Classroom

Pelayanan peminjaman di SMK N 1 Ngablak dilakukan secara tertutup. Peserta didik atau pemustaka yang lain yang akan meminjam buku tidak dapat mengambil langsung di rak. Petugas yang akan mengambilkan buku.

Peserta didik bisa memesan buku terlebih dahulu melalui aplikasi WhatsApp petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan akan mencarikan buku yang dipesan. Apabila buku telah tersedia maupun tidak tersedia, petugas memberikan informasi melalui WhatsApp.

Untuk proses pengembalian buku, peminjam datang ke perpustakaan. Buku yang dipinjam diletakkan di tempat yang sudah disediakan oleh perpustakaan. Buku yang dikembalikan itu akan disterilkan terlebih dahulu. Proses sterilisasi dengan didiamkan 3 hari. Setelah 3 hari buku akan diproses pengembaliannya.

Pelayanan perpustakaan yang dilaksanakan dengan cara tertutup di perpustakaan SMKN 1 Ngablak ini bertujuan agar efektifitas pelayanan perpustakaan sekolah tetap berjalan optimal dan sesuai fungsinya. Serta menekan penyebaran korona di lingkungan sekolah. (pm2/lis)

Guru Bahasa Indonesia; Kepala Perpustakaan SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang.

Author

Populer

Lainnya