Pintar Barisan Aritmetika dengan Permainan Kalender

Oleh : Hendro Ciptono, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum pada semua jenjang pendidikan menempatkan matematika sebagai subyek pembelajaran yang sangat penting. Namun demikian banyak peserta didik memberi julukan matematika sebagai pelajaran yang sangat sukar. Oleh sebab itu perlu dikembangkan pembelajaran yang mampu meningkatkan minat peserta didik untuk belajar matematika.

Dokumen National Council of Teachers of Mathematics menyebutkan bahwa problem solving adalah fokus dari matematika sekolah (NCTM, 1980:1). Peran sentral problem solving dalam pembelajaran matematika secara gamblang tercermin pada saat National Council of Teachers of Mathematics menyusun daftar yang dicantumkan pada halaman-halaman depan dari Basic Mathematics Skill, dimana dinyatakan bahwa pembelajaran pemecahan masalah adalah alasan paling mendasar mengapa matematika dipelajari.

Mengajar matematika haruslah dimulai dengan memunculkan motivasi dan merangsang keingintahuan peserta didik dengan cara menyuguhkan kondisi atau permasalahan nyata yang dekat dan mampu dijangkau. Kalender adalah representasi angka yang berfungsi sebagai pengingat waktu berupa tahun, bulan dan tanggal, sekaligus dekat dengan matematika karena identik dengan bilangan-bilangan. Salah satu manfaat kalender untuk pembelajaran matematika di kelas XI SMK Negeri 1 Jambu adalah sebagai media untuk mempelajari pola bilangan dalam barisan aritmetika.

Baca juga:   Belajar Perencanaan Pelayaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Guru akan meminta peserta didik untuk berpasangan dengan rekan satu meja. Peserta didik pertama bertugas untuk memunculkan masalah, dan peserta didik kedua berperan untuk menyelesaikannya, dan pada tahap berikutnya mereka akan bertukar peran. Tugas peserta didik pertama adalah memilih 4 hari pada kalender yang membentuk persegi, dilakukan tersembunyi tanpa sepengetahuan peserta didik kedua. Selanjutnya menyebutkan jumlah tanggal dari 4 hari yang telah dipilih sebelumnya.

Peserta didik kedua bertugas menebak tanggal-tanggal yang telah disebutkan dengan terlebih dahulu mengamati pola-pola bilangan membentuk persegi dengan merujuk pada kalender. Pola dari 4 tanggal yang membentuk persegi pada kalender dapat dijabarkan dengan terlebih dahulu memisalkan tanggal pertama adalah n. Berturut-turut akan didapati nilai-nilai untuk tanggal kedua adalah n + 1, tanggal ketiga adalah n + 7 dan tanggal keempat sama dengan n + 8. Berdasarkan pola tersebut, peserta didik kedua akan memperoleh persamaan bahwa n + n + 1 + n + 7 + n + 8 nilainya sama dengan jumlah angka yang telah disebutkan oleh peserta didik pertama. Selanjutnya dengan operasi pindah ruas, akan didapati nilai n berupa bilangan tertentu untuk tanggal pertama. Tangal kedua, ketiga dan keempat didapat dengan cara menambahkan n yang diperoleh pada perhitungan sebelumnya dengan 2, 7 dan 8.

Baca juga:   Wisata Virtual, Alternatif Media Pembelajaran Kepariwisataan di Masa Pandemi

Melalui pemanfaatan media yang ada dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, eksperimen mandiri peserta didik dan bimbingan dari guru memungkinkan proses eksplorasi terjadi dalam proses pembelajaran. Peserta didik dituntut untuk menghubungkan antara pengetahuan yang satu dengan yang lain, data-data yang dimunculkan, dan komunikasi yang ditimbulkan oleh kerja kelompok. Pada kegiatan bereksplorasi peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berimajinasi, berintuisi, berfikir divergen, melahirkan karya yang orisinil, mempredikdi dan menduga (conjecturing), mencoba-coba (trial and error), serta untuk memfasilitasi rasa ingin tahu (Fadjar Shadiq, 2008).

Melalui permainan menebak bilangan membentuk pola persegi pada kalender dengan menggunakan pendekatan barisan aritmetika yang dikemas dengan cara eksplorasi berkelompok, diharapkan peserta didik akan antusias dan beranggapan bahwa belajar matematika adalah menyenangkan. (lbs1/ton)

Guru Matematika SMK Negeri 1 Jambu Kabupaten Semarang.

Author

Populer

Lainnya