Problem Based Learning Tingkatkan Hasil Belajar Materi IPA di SD

Oleh: Nurul Ariyanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN IPA merupakan pembelajaran yang menekankan pada cara berpikir ilmiah dan kerja ilmiah. Dengan berpikir ilmiah siswa memperoleh penemuan-penemuan atau produk yang berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori dalam pembelajaran IPA. Sedangkan bekerja ilmiah dalam pembelajaran IPA melalui pengamatan, eksperimen, dan analisis yang bersifat rasional. Akan tetapi, pada kenyataannya sebagian besar siswa masih kurang dalam berpikir ilmiah dan kerja ilmiah dan cenderung masih berorientasi pada penguasaan teori dan hafalan, sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran IPA menjadi rendah.

Rendahnya kualitas pembelajaran IPA dikarenakan proses pembelajaran tidak menitikberatkan pada siswa sebagai orang belajar, tidak menyajikan masalah yang otentik dalam pembelajaran, siswa tidak membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar, proses pembelajaran tidak dilaksanakan dalam kelompok kecil, dan guru tidak berperan sebagai fasilitator. Sedangkan media yang digunakan tidak mengatasi keterbatasan jarak dan waktu, tidak dapat diulangi untuk menambah kejelasan materi, pesan yang disampaikan tidak mudah dan sukar diingat, tidak mengembangkan pikiran, tidak mengembangkan imajinasi, tidak memperjelas hal-hal abstrak, tidak menunjukkan rangsangan yang sesuai dengan tujuan; tidak menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

Baca juga:   Komunikasi Kunci dari Proses Sosialisasi Siswa

untuk memperbaiki kualitas pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran yang menarik, disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran serta tingkat perkembangan anak, yaitu model pembelajaran Problem Based Learning. Melalui model Problem Based Learning dalam pembelajaran IPA maka guru dapat dengan mudah menyampaikan materi pelajaran yang dihubungkan dengan masalah autentik dari kehidupan aktual siswa, sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ini meningkat serta siswa dapat berlatih berfikir kritis dalam memecahkan masalah, aktif, dan kreatif.

Duch (dalam Shoimin, 2014:130) mendefinisikan problem based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah (pbm) adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berpikir kritis dan keterampilan memacahkan masalah serta memperoleh pengetahuan. Duch menyatakan bahwa PBL merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan secara simultan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecah masalah sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik.

Baca juga:   Belajar Asyik dengan Model Guided Discovery Learning

Ibrahim dan Nur (dalam Rusman, 2010:243) mengemukakan bahwa langkah-langkah Problem Based Learning adalah sebagai berikut : a) orientasi siswa pada masalah, b) mengorganisasikan siswa untuk belajar, c) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, d) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, e) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan berorientasi pada permasalahan nyata sebagai konteks untuk para siswa belajar berfikir kritis dan terampil memecahkan masalah serta dapat membantu siswa untuk mengasah kemampuan berfikir siswa dan hasil belajar IPA materi siklus air pada siswa kelas V SD Negeri Bintoro 13 dapat meningkat. (*/bas)

Guru Kelas V SD Negeri Bintoro 13, Kecamatan Demak Kabupaten Demak.

Author

Populer

Lainnya