Meningkatkan Pemahaman IPA dengan Metode Giving Question And Getting Answer

Oleh : Kanah, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, IPA merupakan mata pelajaran yang tersusun sistematis, mempelajari tentang gejala-gejala alam, melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah, sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal.

Pembelajaran IPA merupakan interaksi antara komponen-komponen pembelajaran seperti pendidik, siswa, alat atau media belajar dalam bentuk kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan serta kompetensi yang telah ditetapkan (Samatowa Usman, 2010:26).

Oleh karena struktur kognitif anak-anak tidak dapat dibandingkan dengan struktur kognitif ilmuwan, perlu adanya modifikasi sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka mengenai keterampilan-keterampilan proses IPA. Pembelajaran IPA pada siswa khususnya di SD harus disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dengan kata lain guru SD harus menciptakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan kognitif siswa di SD. Sehingga pembelajaran tidak dirasakan monoton dengan menggunakan metode yang bervariasi serta menyenangkan.

Salah satu metode yang digunakan oleh penulis dalam mengajarkan IPA khususnya materi rotasi dan revolusi bumi di kelas 6 SDN 16 Mulyoharjo adalah dengan menerapkan metode giving question and getting answer. Pembelajaran menggunakan metode ini dikemas seakan akan anak sedang mengikuti permainan sambil belajar dan berkompetisi.

Baca juga:   Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp dalam Pembelajaran pada Masa Pandemi

Metode giving quedtion and giving answer dikembangkan untuk melatih siswa memiliki kemampuan dan ketrampilan bertanya dan menjawab pertanyaan. Langkah pertama metode tersebut adalah membagikan dua potongan kertas kepada siswa. Selanjutnya siswa menuliskan di kartu itu. Satu kartu menjawab, 1 kartu bertanya. Kemudian membuat kesepakatan bahwa setiap siswa yang nanti diakhir sesi masih ada yang memegang 2 kartu tersebut atau salah satunya, maka mendapat tugas untuk membuat resume tanya jawab yang telah dilaksanakan. Kemudian pembelajaran diawali dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaan bisa berasal dari siswa maupun dari guru. Jika pertanyaan dari siswa, siswa tersebut diwajibkan menyerahkan kartu yang bertulikan kartu bertanya. Setelah pertanyaan diajukan, siswa lainya memberikan jawaban. Setiap siswa yang hendak menjawab diwajibkan menyerahkan kartu menjawab. Perlu diingat setiap siswa yang mau bertanya maupun yang mau menjawab harus menyerahkan kartu-kartu itu kepada guru.

Setelah sesi berakhir siswa yang masih memiliki 2 potongan kertas yaitu kartu bertanya dan kartu menjawab, atau salah satu dari kartu tersebut membuat resume atas proses tanya jawab yang sudah berlangsung. Sebelum pembelajaran berakhir, guru bersama-sama siswa merefleksi kegiatan dan membuat kesimpulan.

Baca juga:   Mendalami Peluang Kejadian Majemuk melalui Media Microsoft TEAMS

Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran menjadi menyenangkan, suasana menjadi hidup, siswa berusaha untuk membuat pertanyaan dan mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh guru atau temannya. Literasi yang tersedia di kelas, maupun yang dimiliki siswa hampir semua dimanfaatkan siswa untuk membuat pertanyaan dan mencari jawaban yang berhubungan dengan materi pokok yaitu rotasi dan revolusi bumi.

Walaupun masih ada beberapa siswa yang masih kurang aktif dalam pembelajaran namun persentasenya sangat sedikit. Ketidakaktifannya di antaranya karena kurangnya persiapan siswa dalam pembelajaran ini. Sehingga anak menjadi tidak percaya diri dalam membuat pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan.

Namun dengan dorongan dari rekan kelompok belajarnya dan juga kesempatan yang diberikan oleh guru, serta motivasi dari suasana kelas, permasalahan itu dapat diminimalisasi. (agu1/lis)

Guru SDN 16 Mulyoharjo, Pemalang.

Author

Populer

Lainnya