“Polisi” Bantu Siswa Belajar di Rumah

Oleh : Yohana Yuliani Widy Asmoro, S.S

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MEMASUKI semester ke-3 pelaksanaan kebijakan Belajar Dari Rumah, memunculkan permasalahan lain dalam metode belajar dengan pendekatan daring. Disamping kendala gangguan jaringan, kuota, dan kendala teknis lain, muncul kendala lain yaitu rasa bosan. Selama hampir 3 semester para siswa belajar tanpa bertemu muka, tanpa ada hubungan sosial atau interaksi secara langsung dengan para guru dan teman sekelas. Tidak terhindarkan jika siswa merasa bosan belajar secara daring. Mereka hadir di kelas, namun hanya kelas maya. Mereka bisa berinteraksi dan berkomunikasi tetapi hanya lewat bahasa tulis ataupun lisan di media sosial.

Sebagian siswa di SMAN 1 Ambarawa menyatakan kalau mereka merasa bosan dengan pembelajaran jarak jauh dengan metode daring. Hal ini mempengaruhi motivasi belajar mereka, termasuk tingkat kehadiran di ruang kelas maya. Kondisi ini menuntut para guru untuk menemukan variasi pembelajaran. Salah satunya adalah Polisi (Podcast Libatkan Siswa) yaitu podcast tentang materi pembelajaran dengan melibatkan seorang siswa. Podcast (Siniar) adalah serangkaian berkas media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan sewaktu-waktu dan sering diunduh melalui sindikasi web (https://id.wikipedia.org/wiki/Siniar). Dan pembelajaran yang berpusat pada anak dengan melibatkan anak dalam proses pembelajaran berupa belajar aktif (active learning), yang lebih menempatkan siswa sebagai pusat dari pembelajaran akan lebih efektif (Rachmawati, Yeni dan Kurniawati, Euis, 2010).

Baca juga:   Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Podcast melibatkan sedikitnya dua orang. Disini dibutuhkan guru sebagai narasumber dan siswa sebagai host (dalam hal ini sebagai penanya). Jadi sebelum kegiatan belajar dimulai, guru sudah memilih seorang siswa yang memiliki kompetensi akademik yang baik yang nanti akan berperan sebagai host dalam podcast.

Dalam melakukan kegiatan Polisi (Podcast Libatkan Siswa) ini sebenarnya diawali dengan kegiatan belajar mandiri terlebih dahulu. Guru memberikan materi secara konvensional, kemudian siswa melakukan literasi yakni membaca materi yang sudah diberikan lewat kelas maya. Siswa juga disilakan membaca sumber lain yang mendukung materi tersebut. Setelah itu siswa diminta mencatat pertanyaan yang berisi permasalahan atau hal-hal yang belum bisa dipahami pada saat pembelajaran mandiri. Kemudian pertanyaan-pertanyaan itu disampaikan kepada host.

Tahap berikutnya host menyiapkan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar materi sekaligus menampung pertanyaan-pertanyaan dari teman-temannya. Pertanyaan-pertanyaan ini yang nanti akan dibahas didalam rekaman podcast.

Selanjutnya, guru dan siswa akan melakukan podcast sederhana dengan cara merekam kegiatan tersebut. Guru akan berperan sebagai narasumber dengan cara menjelaskan materi sekaligus menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh host. Setelah itu host menyampaikan kesimpulan dari topik/materi yang sedang dibahas. Tahap selanjutnya adalah membagikan video podcast itu ke kelas maya agar siswa yang lain bisa belajar dari penjelasan dan informasi tentang materi pembelajaran.

Baca juga:   Siewavichom Optimalkan Pembelajaran Sejarah Masa Pandemi

Melalui Polisi ini, siswa bisa menikmati pembelajaran dengan nuansa lain. Terlebih adanya keterlibatan siswa dalam podcast membuat siswa yang lain penasaran bagaimana seorang teman berperan sebagai host dan kemudian mereka tertarik untuk melihat video podcast dan akhirnya menguasai materi. Dan tentunya, ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan berbicara. Dan secara keseluruhan, kegiatan podcast ini menjadi salah satu alternatif baik dalam mengatasi rasa bosan yang dialami oleh siswa SMAN 1 Ambarawa dalam mengikuti pembelajaran pendekatan daring. (pg2/zal)

Guru SMAN 1 Ambarawa, Kab. Semarang

Author

Populer

Lainnya