Gambar Karikatur di Media Massa Meningkatkan Keterampilan Menulis Slogan

Oleh: Kun Harwati, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah sebuah keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan di masa sekarang. Keterampilan menulis tidak dimilki dengan sendirinya dan memerlukan waktu yang lama untuk memperolehnya. Dengan menulis seseorang dapat mengekspresikan ide-ide dan gagasan melalui bahasa tulis. Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa tidak hanya menulis tanpa maksud tertentu, yaitu menulis haruslah dalam konteks yang teratur, sistematis, dan logis.

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung (Tarigan, 1983:3). Dilihat dari aspek menulis, tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa mampu menuangkan pengalaman dan gagasan, mampu menyampaikan perasaan secara tertulis dan jelas, mampu menuliskan informasi sesuai dengan pokok bahasan (konteks) dan keadaan (situasi). Siswa harus peka terhadap lingkungan dan mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan. Yang terakhir tujuan khusus aspek menulis adalah agar siswa memiliki kegemaran untuk meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari (Parera, 1998:10).

Berdasarkan pengamatan di SMPN 2 Paninggaran Kabupaten Pekalongan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia terutama menulis slogan yang dilaksanakan selama ini kurang efektif. Hal yang sering terjadi dalam pembelajaran guru hanya menerangkan hal-hal yang berkenaan dengan teori menulis slogan saja. Hal ini menyebabkan siswa hanya menguasai teori menulis slogan, namun dalam praktik kurang mahir. Hal ini ditunjukkan oleh kekurangmampuan siswa dalam menentukan tema, diksi yang kurang tepat, bentuk tulisan yang kurang menarik, serta kekurangmampuan siswa dalam menentukan kesesuaian isi dengan tema.

Baca juga:   Kami dan Kita Samakah?

Oleh karena itu, keterampilan menulis slogan harus dilatihkan dengan sungguh-sungguh agar tujuan pembelajaran menulis slogan dapat tercapai dengan optimal. Pembelajaran keterampilan menulis slogan di sekolah hendaknya dilakukan tepat waktu, terprogram, bervariasi, dan berorientasi pada pengembangan dan peningkatan kompetensi siswa (Sudarman, 1999:57). Tepat waktu artinya pembelajaran menulis slogan sebaiknya pada saat kondisi dan situasi mendukung. Terprogram artinya sebelum pembelajaran harus ada rancangan pembelajaran yang baik. Bervariasi artinya pembelajarannya tidak monoton sehingga membosankan. Berorientasi pada pengembangan dan peningkatan kompetensi siswa artinya pembelajaran harus fokus pengembangan siswa dan sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Hal ini dapat terwujud jika guru bahasa Indonesia mau membina dan mengembangkan keterampilan menulis slogan secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa perlu dibekali konsep slogan dan rangsangan memunculkan gagasan tema sesuai penyebab kelemahannya.

Pembelajaran keterampilan menulis slogan pun tidak bisa hanya melalui uraian/penjelasan guru saja, namun harus melalui latihan-latihan dan praktik secara teratur, serta mendapat bimbingan yang sistematis setahap demi setahap sehingga siswa mengerti betul apa yang seharusnya dilakukan. Oleh karena itu, seorang guru dituntut memiliki kecerdasan dalam memilih strategi pembelajaran menulis slogan. Media gambar karikatur di media massa dapat diaplikasikan sebagai media untuk meningkatkan kualitas dan kegemaran siswa menulis slogan. Pada hakikatnya pembelajaran dengan menggunakan media gambar karikatur merupakan konsep belajar yang membantu siswa mengaitkan antara materi yang diajarkan dan lingkungan (Widodo, 2002 :2). Pemanfaatan gambar karikatur di media massa diharapkan mampu mengatasi kesulitan siswa menulis slogan, baik memulai penulisan maupun perangsangan munculnya ide segar. Bahkan sangat mungkin pelajaran menulis slogan yang ditakuti atau membosankan siswa berubah menyenangkan dan sangat didambakan. Materi gambarnya yang bersifat mengkritisi dan penampilannya yang lucu menjadikan siswa menemukan ide dengan tidak merasa bosan. (pg2/zal)

Baca juga:   Penggunaan Model Pembelajaran Talking Stick Tingkatkan Kualitas Pembelajaran PPKn

Guru SMPN 2 Paninggaran, Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya