Tuntaskan Pembelajaran IPS dengan Metode Diskusi

Oleh : Hestin Nurhandayani,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan kepekaan terhadap perbedaan agama yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta mampu menerapkan ilmu yang mereka dapat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Fungsi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah untuk mengembangkan sikap rasional tentang perkembangan masyarakat khususnya tentang materi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara Hindu Buddha dan Islam.

Pembelajaran IPS di Kelas VII salah satu materinya membahas tentang Perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia pada masa praaksara, hindu budha dan Islam. Materi ini mencakup tentang Kompetensi Dasar (KD) 3.4 Memahami berpikir kronologi, perubahan dan kesinambungan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada aspek politik, sosial, budaya, geografis, dan pendidikan sejak masa praaksara sampai masa Hindu-Buddha, dan Islam, dan Kompetensi Dasar (KD) 4.4 Menyajikan hasil analisis kronologi, perubahan, dan kesinambungan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada aspek politik, sosial, budaya, geografis, dan pendidikan sejak masa praaksara sampai masa Hindu-Buddha, dan Islam.

Kegiatan pembelajaran IPS di SMPN 2 Paninggaran Kabupaten Pekalongan pada siswa kelas VII masih belum mencapai ketuntasan maksimal. Kegiatan pembelajaran yang terjadi hanya searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa masih kurang dan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran akibatnya hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Melihat kondisi tersebut, maka perlu diterapkan suatu sistem pembelajaran yang lebih banyak menuntut siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, karena aspek terpenting bagi guru dalam menghadapi perubahan berbagai bidang yang cukup pesat itu, adalah merubah pola pengajaran sejarah yang mampu beradaptasi dengan situasi baru dan menunjang pendidikan yang bersifat kemanusiaan.

Baca juga:   Pembelajaran IPS dengan Model Pembelajaran Take and Give

Menurut Muhibbin (2000), mendefinisikan bahwa Metode diskusi adalah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan. Adapun langkah langkah pembelajaranya adalah sebagai berikut : Pertama, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri atas 3-6 orang. Masing-masing kelompok kecil melaksanakan diskusi mengenai materi perubahan bangsa Indonesia pada masa Praaksara, Hindu Buddha dan Islam. Guru menjelaskan garis besar materi kepada kelas, dengan menggambarkan aspek- aspek materi yang akan didiskusikan. kemudian tiap-tiap kelompok (syndicate) diberi topik materi yang berbeda-beda selanjutnya masing-masing kelompok bertugas untuk menemukan kesepakatan jawaban penyelesaiannya. Untuk memudahkan diskusi anak, guru dapat menyediakan referensi atau sumber-sumber informasi yang relevan. Setiap kelompok bersidang sendiri-sendiri atau membaca bahan, berdiskusi dan menysusun kesimpulan sindikat. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan kesimpulan hasil diskusinya dalam sidang pleno untuk didiskusikan secara klasikal.

Pembelajaran IPS pada materi perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia pada masa praaksara, Hindu Buddha dan Islam dengan metode diskusi pada siswa kelas VII SMPN 2 Paninggaran Kabupaten Pekalongan menjadikan siswa tidak hanya menghafal materi yang diberikan guru, namun siswa dapat memahami yang dipelajari dan mampu menjawab serta menyelesaikan pertanyaan dengan baik. Dilihat dari ketuntasan klasikal hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari 53,2% meningkat menjadi 82,7%, dengan demikian indikator ketuntasan telah tercapai dengan baik. (gb2/ton)

Baca juga:   Menulis Teks Deskripsi dengan Mind Mapping

Guru IPS SMPN 2 Paninggaran Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya