Pentingnya Pendampingan Orang Tua dalam Pembelajaran Jarak Jauh Matematika

Oleh : Dini Harwidi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak Maret 2019 Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengumumkan darurat pandemi Covid–19. Semua lembaga pendidikan menerima kebijakan baru, learning from home (LFH) bagi siswa dan work from home (WFH) bagi guru. Prinsip kebijakan pendidikan masa pandemi Covid–19, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.

Kebijakan pemerintah tersebut masih berlangsung hingga saat ini walau keadaan sudah memasuki masa new normal namun pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi ketetapan.
Tidak dipungkiri dampak PJJ membuat ketidakmaksimalnya siswa belajar. Begitu juga dalam belajar matematika, siswa yang terbiasa didampingi, dibimbing secara langsung oleh guru harus belajar secara daring dalam memahami konsep dan memecahkan masalah secara matematis.

Banyak siswa mengeluh dan ingin segera bisa belajar seperti sebelum terjadi pandemi Covid–19, itu yang terjadi pada siswa SMK Negeri 2 Godean tempat penulis mengajar.
Dari hasil observasi yang penulis lakukan, peran orang tua sangat berpengaruh sebagai mentor. Orang tua sebagai kunci keberhasilan pendidikan, karena keterlaksanaan belajar di rumah hanya orang tua sajalah yang bisa mengontrol anaknya.

Baca juga:   Belajar Daring Memaksa Guru Melek Teknologi Informasi

Orang tua yang baik akan senantiasa memperhatikan anaknya dalam belajar. Perhatian orang tua dalam hal ini berupa pemenuhan kebutuhan belajar, waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan anaknya. Memberikan bimbingan, arahan ketika anaknya menemui hambatan atau kesulitan dalam belajar.

Dengan perhatian yang maksimal dari orang tua, akan membuat anak semakin termotivasi dalam belajar matematika walau dilaksanakan secara PJJ. Untuk kelancaran komunikasi PJJ matematika maka di SMK Negeri 2 Godean, guru selain membuat grup belajar dengan siswa juga membuat grup belajar dengan orang tua siswa.

Sehingga setiap saat guru dapat memantau siswa melalui orang tuanya. Melalui grup orang tua jugalah diskusi PJJ matematika bisa dilakukan. Harapannya orang tua bisa mendampingi anaknya sesuai kemampuannya. Karena dalam hal ini pendampingan dan perhatian orang tua lah yang diutamakan agar anak tetap melaksanakan PJJ matematika dengan senang.

Menurut Dalyono (2009: 55), berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Yaitu berasal dari dalam diri seseorang dan ada pula dari luar dirinya. Hal ini berarti pencapaian hasil belajar siswa tidak hanya diperoleh dari upayanya semata. Namun juga peran orang tua dalam lingkungan keluarga yang dengan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap anakya dalam memperoleh keberhasilan.

Baca juga:   Tip dan Trik Pembelajaran Matematika Menjadi Asyik

Salah satu bentuk perhatian orang tua yaitu pemenuhan kebutuhan belajar anaknya, membimbing dan memberikan arahan dalam belajar.

Orang tua juga diharapkan sebisa mungkin menyediakan waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan anaknya. Sehingga seorang anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya dan membuatnya semakin semangat dan giat dalam belajar.

Ahmadi (2009:144) menyatakan perhatian berhubungan dengan kebutuhan. Berarti dalam hal ini orang tua yang perhatian terhadap anaknya tercermin dari sikapnya yang berusaha memenuhi kebutuhan anaknya dalam belajar dengan cara menyediakan fasilitas penunjang belajar. Termasuk kuota yang sangat diperlukan dalam PJJ.

Dari uraian di atas, jelas sekali pendampingan orang tua dalam pembelajaran sangat berarti bagi anak apalagi dalam masa pembelajaran secara daring. Dengan dibentuknya grup PJJ matematika orang tua dengan guru sangat berpengaruh pada prestasi belajar. Dibuktikan dengan disiplin dan hasil belajar matematika yang meningkat. (pm2/lis)

Guru SMK Negeri 2 Godean.

Author

Populer

Lainnya