Metode Sisir, Cara Mudah dan Praktis Siswa Belajar KPK dan FPB

Oleh : Dwi Winarni, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bagi sebagian besar siswa pelajaran matematika seakan menjadi momok dan hal menakutkan dikarenakan persepsi yang salah. Antara lain matematika sebagai ilmu yang sangat sulit dipelajari, ilmu hafalan tentang rumus. Ilmu abstrak yang membosankan, kaku dan tidak rekreatif.

Ditambah dengan cara penyampaian materi pembelajaran yang tidak menarik, monoton juga cenderung menciptakan rasa takut dan tegang pada anak. Situasi yang seperti itu akan menjauhkan siswa utuk tertarik belajar matematika.Hal tersebut menjadi tantangan bagi guru, karena di setiap jenjang kelas memiliki permasalahan yang hampir mirip untuk mata pelajaran matematika.

Sebagian siswa di kelas IV SD Negeri Mejing 2 yang penulis ampu mengalami kesulitan untuk belajar materi KPK dan FPB. Karena beberapa siswa masih belum lancar dalam berhitung perkalian dan pembagian. Sehingga ketika dijelaskan oleh guru, siswa tidak memberi respon positif. Kurang antusias dan cenderung menerima materi begitu saja tanpa memahami apa yang disampaikan guru.

Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menerapkan metode atau teknik belajar yang memudahkan siswa memahami konsep KPK dan FPB dengan cara yang sederhana dan lebih cepat. Metode pembelajaran matematika adalah cara untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika.

Baca juga:   Daring Interaktif Trigonometri via Google Meet

Penggunaan metode yang tepat akan menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Metode mengajar yang diterapkan dalam suatu pengajaran dikatakan efektif bila menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan atau dapat dikatakan tujuan tercapai (Erna Suwangsih dan Tiurlina, 2010).

Terdapat beberapa metode pengajaran materi KPK dan FPB yaitu menggunakan himpunan faktor persekutuan, menggunakan pohon faktor atau faktorisasi prima, dan menggunakan tabel.
Dalam perkembangannya metode tabel divariasikan menjadi beberapa nama metode yaitu metode sisir, metode tusuk sate , atau metode pagar. Metode-metode ini mempunyai kelebihan yaitu KPK dan FPB-nya dapat diketahui hasil keduanya dengan sekali menghitung.

Guru memilih menggunakan metode sisir untuk memudahkan siswa mempelajari konsep KPK dan FPB. Langkah-langkah pembelajarannya yaitu pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, jenis tugas yang jelas, menyediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas.

Kedua, guru mengulang materi tentang konsep KPK dan FPB dan memberikan kesempatan bertanya kepada siswa jika belum paham materi tersebut. Ketiga, guru memberikan contoh soal dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan siswa. Keempat, siswa mengerjakan contoh soal KPK dan FPB dengan cara memfaktorkan bilangan dua angka atau tiga angka yang akan dicari faktor primanya secara bersama-sama.
Letakkan faktor prima ditulis di samping kiri, jika beberapa bilangan tersebut dapat difaktor prima maka diberi tanda bulat faktor prima tersebut. Jika hanya beberapa bilangan yang dapat difaktorprimakan maka ditulis kembali bilangan di atasnya. Lakukan memfaktorkan sampai didapat dua atau tiga bilangan yang difaktorkan mendapat hasil satu.

Baca juga:   Aquascape Penyokong Peningkatkan Literasi Sains di Sekolah

Dari hasil memfaktorkan tadi jika akan mencari KPK maka seluruh faktor dikalikan. Sedangkan untuk mencari FPB, hanya faktor yang sama yang dikalikan.

Dengan metode sisir ini anak-anak belajar materi KPK dan FPB menjadi lebih dan tertarik dan bersemangat. Mereka menjadi lebih aktif karena berfikir dan menggunakan kemampuan sendiri untuk menemukan hasil akhir. Hal tersebut menimbulkan rasa puas dan keinginan untuk melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat.

Siswa terlatih untuk belajar mandiri dan mampu menyelesaikan soal dengan caranya sendiri dengan hasil yang tepat. Hasil belajar siswa juga lebih meningkat dan pembelajaran juga menjadi lebih menyenangkan. (pm2/lis)

Guru Kelas IV SDN Mejing 2 , Kecamatan Candimulyo.

Author

Populer

Lainnya