Penerapan Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik

Oleh : Pujiyati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan menjadi salah satu kunci utama membangun dan membentuk kualitas karakter warga negara. Pendidikan juga merupakan tabungan atau investasi jangka panjang dan sangat berharga dalam pembangunan suatu negara, karena negara sukses yang maju dan berkembang dapat dilihat dari kualitas warga negara itu sendiri. Pendidikan seharusnya mampu membentuk masyarakat yang berkarakter baik dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup secara rukun, bertoleransi tinggi, dan berwawasan kebangsaan yang demokrasi serta berwawasan global.

Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan tingkah laku dan sifat manusia, karena pendidikan karakter sangat penting sebagai pembeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Seseorang yang mempunyai karakter baik, sudah tentu mempunyai pemikiran yang baik pula, hal tersebut dapat dilihat dari tutur kata dan tingkah lakunya.

Untuk menanamkan pendidikan karakter kepada siswa kita tidak perlu menambahkan mata pelajaran tentang karakter di sekolah, karena kita sudah mengetahui bahwa mata pelajaran di negara tercinta kita ini sudah banyak. Pendidikan karakter itu sebenarnya sudah kita pelajari di sekolah maupun di lingkungan sekitar kita, namun kebanyakan dari kita pendidikan itu hanya sekedar dibicarakan bukan dipraktikkan. Membentuk dan menciptakan peserta didik dengan nilai akademis yang tinggi memang bukan pekerjaan yang mudah, namun membentuk dan menciptakan peserta didik dengan akhlak yang mulia dan nilai akademis yang tinggi itu jauh lebih tidak mudah lagi, bahkan bisa dibilang sangat sulit.

Baca juga:   Ceramah Bervariasi Meningkatkan Hasil Belajar PKn Kelas 4 SD

Untuk membentuk dan menciptakan peserta didik dengan nilai akademis yang tinggi diperlukan kebiasaan, kesadaran, dan ketegasan yang baik, terutama dari tenaga pendidik dan kependidikan serta kepala sekolah untuk memberikan contoh dan teladan yang baik terhadap peserta didik. Memberikan pendidikan karakter kepada peserta didik itu seperti menanamkan nilai-nilai moral yang baik melalui kebiasaan yang baik pula.

Untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik itu kita harus mengadakan peraturan terlebih dahulu, seperti peraturan jangan membuang sampah sembarangan, membiasakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) di sekolah. Setelah ada peraturan tersebut maka sebagai guru dan kepala sekolah kita harus memberikan contoh kepada peserta didik agar tidak membuang sampah sembarangan, dilarang merokok di sekolah dan menerapkan budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun di lingkungan sekolah. Nah itulah sebagian kecil dari contoh kegiatan mewujudkan pendidikan karakter di sekolah.

Pendidikan karakter tidak hanya dilakukan dan dipelajari di lingkungan sekolah, namun harus juga dipraktikkan di lingkungan sosial dan keluarga. Dibandingkan dengan guru, orang tualah yang memiliki peranan yang lebih penting dan lebih besar terhadap akhlak dan budi pekerti anaknya. Hal ini dikarenakan waktu anak di rumah lebih lama dari pada waktu anak di sekolah. Sehingga orangtua mempunyai lebih banyak waktu dan lebih bertanggung jawab untuk mendidik dan menegur anaknya. Jika orangtua dan guru mampu berkerjasama memberikan pendidikan yang berkarakter bagi generasi penerus bangsa ini, maka membentuk dan menciptakan peserta didik dengan akhlak mulia dan nilai akademis yang tinggi tidak lagi menjadi hal yang sulit. (ag2/ton)

Baca juga:   Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Guru SDN 03 Bongas Kec. Watukumpul Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya