Pembelajaran IPS secara Daring dengan Model ITM

Oleh : Wasis Ernawati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAKSANAAN pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung hampir setahun, pelaksanaannya dianggap belum optimal. Banyak permasalahan yang dihadapi peserta didik, guru, maupun orang tua. Mulai masalah jaringan internet, handphone android yang belum semua peserta didik memilikinya, dan tingkat penguasaan teknologi yang minim baik peserta didik, orang tua, maupun guru.

Kondisi tersebut diperparah dengan penerapan metode pembelajaran yang monoton, hanya sekedar kopi buku paket, mengakibatkan peserta didik jenuh. Apalagi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat erat hubungannya dengan kemasyarakatan. Seharusnya adalah pelajaran yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Hal ini penulis rasakan saat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 4 Taman, Kabupaten Pemalang.

Karena itu, penulis bertekad melaksanakan pembelajaran yang melibatkan peran aktif peserta didik dengan model pembelajaran ITM (Ilmu-Teknologi-Masyarakat).

Model Pembelajaran ITM atau STS (Scientific-Technology-Science) ini merupakan model pembelajaran yang didasarkan pada masalah yang membutuhkan penyelidikan auntentik yaitu penyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata. Dengan mengangkat permasalahan nyata jika diselesaikan secara nyata, memungkinkan peserta didik memahami konsep bukan sekedar menghafal konsep (https://arifinmuslim.ump.ac.id/2017/03/26/model-pembelajaran-sains-teknologi-masyarakat-stm).

Model pembelajaran ITM pada pembelajaran IPS menekankan pada aktivitas peserta didik melalui pendekatan keterampilan proses, dan mendorong berpikir tingkat tinggi. Seperti kegiatan mengumpulkan data, menganalisis data, melakukan survei observasi, wawancara dengan masyarakat, bahkan kegiatan di laboratorium, dan sebagainya. Dalam kegiatan ini, siswa akan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggali sendiri permasalahan di masyarakat dan berusaha memecahkan permasalahan tersebut dengan ilmu yang mereka miliki berdasarkan penemuan-penemuan sendiri di masyarakat.

Baca juga:   Penerapan Kontrak Membaca Jurus Jitu Penguatan Literasi Siswa

Tahapan ITM sebagai berikut, pertama, guru membentuk kelompok kerja, maksimal 1 kelompok 4 peserta didik. Kedua, Tahap Eksplorasi, guru memberi panduan secara daring tentang teknik pengumpulan data di lapangan. Sebaiknya guru menyiapkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang berisi materi pertanyaan untuk mengadakan pengamatan di lingkungan masyarakat. Ketiga, Tahap Penjelasan dan Solusi. Pada tahap ini, peserta didik sudah memperoleh jawaban-jawaban yang dibutuhkan. Mereka diharapkan dapat memberikan solusi dari suatu masalah yang dihadapi, dan mampu memberikan argumen yang tepat. Keempat, Tahap Pengambilan Tindakan. Peserta didik dapat membuat keputusan atau mempertimbangkan solusi lain berdasarkan pengetahuan dan keterampilannya. Kelima, Diskusi dan Penjelasan. Dengan dipandu guru, masing-masing kelompok melaporkan hasil kerjanya untuk disampaikan dan dipaparkan kepada kelompok lain. dan kelompok lain menanggapinya. Tentu cara ini dapat dilaksanakan dengan cara zoom atau google meet, karena keadaan pandemi Covid-19. Keenam, Tahap Pengembangan dan Aplikasi Konsep. Guru bertanya kepada peserta didik tentang hal-hal yang mereka lihat, mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai aplikasi konsep baru yang mereka temukan. Ketujuh, Tahap Evaluasi. Guru memberikan umpan pertanyaan berupa permasalahan yang berbeda di masyarakat. Diharapkan peserta didik mampu memberikan tanggapan penyelesaian atas dasar pemikiran dan pemecahan sendiri. Disamping itu peserta didik juga sudah memiliki ketrampilan menyelesaikan suatu permasalahan yang berbeda-beda. Kedelapan, Kegiatan Penutup. Guru dan peserta didik bersama-sama membuat kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi beserta solusi yang telah mereka berikan.
Melalui pembelajaran ITM ini, melahirkan peserta didik yang berkarakter, berpikir kritis, berjiwa sosial, berteknologi tinggi, dan berketerampilan dalam mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat. Di masa mendatang akan melahirkan generasi-generasi tangguh yang mampu menghadapi segala tantangan zaman. Mari jadikan diri kita guru cerdas dalam memilah, memilih, dan mengolah segala model pembelajaran. (pg2/ida)

Baca juga:   Menghindari Belajar Sistem Kebut Semalam

Guru IPS SMPN 4 Taman, Pemalang.

Author

Populer

Lainnya