Mengamati Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan melalui VAK

Oleh : Eko Nur Haryanto,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar-mengajar yang memiliki peran dalam menentukan keberhasilan siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa untuk menuju tujuan yang lebih baik. Pemanfaatan model dan media pembelajaran perlu dikedepankan dalam proses pembelajaran.

Penggunaan model dan media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap persentase pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Pemanfaatan cara konvensional dan usang akan memperburuk pada proses pembelajaran dapat mengakibatkan rendahnya minat mengikuti proses pembelajaran dan hasil belajar yang tidak sesuai harapan. Proses pembelajaran harus berbasis kebersamaan siswa dan keterlibatan siswa secara maksimal. Fungsi guru sudah saatnya berubah dari seorang manajer dalam kelas dan center of learning menjadi mediator dan fasilitator. Pembelajaran kooperatif akan menstimulan siswa untuk berkembang cara berfikirnya dan tanggung jawabnya.

Bern dan Erickson (2001:5) menjelaskan bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengorganisasi pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil di mana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar.

Slavin yang dikutip oleh Isjoni (2011: 15) mengungkapkan cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar. Dari beberapa pengertian menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah cara belajar dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bekerja sama dan diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif adalah VAK (visualization, auditory, kinestethic).

Baca juga:   Meta Mudahkan Siswa Temukan Objek untuk Menulis Teks Deskripsi

Sugiyanto (2009: 101) mengungkapkan siswa memiliki kecenderungan atau gaya belajar yang berbeda. Yaitu melalui tiga modalitas visual, audio, dan gerak yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketiga modal tersebut akan dapat mempengaruhi terserapnya semua informasi yang didapatnya. Dalam model pembelajaran VAK ini, guru akan memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan.

Kemudian guru mengarahkan siswa untuk menemukan materi secara mandiri dan relevan dengan materi sebagai pengetahuan. Setelah itu guru membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan yang mereka peroleh pada kegiatan belajar mengajar.

Sebagai seorang guru kelas tujuh SMPN 35 Semarang, Bubakan, Kecamatan Mijen Kota Semarang penulis memanfaatkan model pembelajaran VAK pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Materi ini sangat tepat karena dapat memanfaatkan media visual berupa video. Disertai audionya dan gerak kerja siswa mengamati dan memperhatikan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Pembagian fungsi model pembelajaan VAK adalah pertama yaitu visualization berupa warna, gambar, peta dan diagram. Belajar harus menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga. Kemudian auditori, adalah belajar dengan cara mendengar.

Baca juga:   Video Interaktif Tingkatkan Antusiasme Belajar Bola Voli

Peserta didik yang bertipe auditory mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui pendengaran. Siswa dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendah suara), kecepatan berbicara dan hal-hal auditory lainnya. Kinestetik adalah belajar dengan cara bergerak, bekerja, menyentuh dan melakukan sesuatu. Peserta didik yang bergaya belajar kinestetik cenderung mudah menyerap dan mengolah informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh. Perpaduan kelebihan yang dimiliki masing-masing siswa dalam diskusi kelompok dapat meningkatkan proses pembelajaran, pemahaman siswa terhadap materi dan hasil belajar yang maksimal. (ipa1/lis)

Guru SMPN 35 Semarang

Author

Populer

Lainnya