Tingkatkan Minat Belajar Sejarah dengan Kunjungan ke Perpustakaan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BUKU merupakan jendela dunia. Dengan membaca buku khususnya, buku sejarah kita akan mengetahui apa yang ada di dunia luas. Siswa di SMA Negeri 1 Kesesi kurang menyadari arti pentingnya membaca. Dengan membaca kita akan mendapatkan informasi dan menambah wawasan yang luas khususnya pada materi sejarah. Minat membaca adalah sumber motivasi yang sangat kuat bagi siswa di SMA Negeri 1 Kesesi, untuk menganalisa, mengingat dan mengevaluasi bacaan yang telah dipelajarinya. Tanpa adanya membaca, maka kita akan tertinggal dalam mendapatkan informasi khususnya pada materi sejarah.

Pada Kompetensi Dasar akar-akar nasionalisme dan pengaruhnya pada masa kini, banyak siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kesesi yang mengalami kesulitan. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan antara lain : pertama, minat membaca buku khususnya buku sejarah masih sangat rendah. Kedua, buku diperpustakaan tidak dimanfaatkan siswa sebagai sumber belajar. Ketiga, buku diperpustakaan dibiarkan menjamur dan dimakan rayap. Keempat, belum banyak yang mengharuskan siswa untuk membaca buku dengan mengambil sumber dari koleksi perpustakaan. Kelima, siswa belum mencari pengetahuan, lebih banyak yang mengandalkan dari yang diajarkan guru di kelas.

Untuk meningkatkan minat belajar sejarah siswa, terhadap pelajaran sejarah, di SMAN 1 Kesesi maka penulis mengajak para siswa untuk melakukan kunjungan perpustakaan. Tujuan kunjungan keperpustakaan, untuk menimbulkan, menanamkan serta membina minat anak membaca, sehingga membaca merupakan suatu kebiasaan bagi siswa agar membaca menjadi kegemarannya, mempercepat penguasaan teknik membaca, melatih peserta didik belajar pada arah tanggung jawab ilmiah dan teknologi, membantu peserta didik dalam kelancaran tugas-tugas belajarnya, menanamkan kebiasaan belajar mandiri oleh peserta didik, menimbulkan kecintaan peserta didik terhadap kegiatan pengetahuan, baik yang telah dipelajari maupun yang belum dipelajari.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Getaran Harmonis dengan Project Based Learning

Kunjungan ke perpustakaan dilakukan dengan beberapa tahap: pertama, guru merumuskan tujuan pembelajaran. Kedua, guru menyiapkan tempat untuk kegiatan pembelajaran di perpustakaan. Ketiga, guru mengajak siswa keluar kelas dan siswa harus dalam keadaan rileks dan nyaman. keempat, guru mengajak siswa untuk tertib selama di perpustakaan. Kelima, guru memberi pengarahan kepada siswa tetntang hal-hal yang harus dilakukan pada saat berkunjung di perpustakaan salah satunya mengisi daftar hadir kunjungan. Keenam, guru menjelaskan materi, siswa memperhatikan penjelasan guru. Ketujuh, guru membentuk kelompok belajar.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, Kelompok satu mendiskripsikan latar belakang lahirnya organisasi Budi Utomo, Kelompok dua menjelaskan kongres-kongres yang dihasilkan oleh Budi Utomo, kelompok ketiga mendiskripsikan dampak dari lahirnya atau dibentuknya organisasi budi utomo. Dengan adanya pembagian tugas antar kelompok membuat siswa berminat untuk mencari jawaban dari beberapa pertanyaan yang ada. Dan hasil kerja kelompok dipresentasikan ke depan. Pada pertemuan berikutnya sebagai bahan penilaian.

Kunjungan perpustakaan sangat efektif, cocok diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Kesesi pada siswa kelas XI IPS, karena dapat meningkatkan minat belajar siswa khususnya mapel sejarah pada Kompetensi Dasar Akar-Akar Nasionalisme dan Pengaruhnya di Indonesia. Kelebihan dari kunjungan siswa ke perpustakaan antaralaian: pertama, sebagai tempat pencarian informasi atau sumber belajar yang murah dan lengkap. Kedua, tempat yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Ketiga, memungkinkan untuk dapat belajar dalam waktu yang lama, karena buku dapat dipinjam, keempat, kebanyakan buku adalah tulisan atau penelitian ilmuan sehingga tingkat kebenarannya tinggi. Kelima, buku sebagai media belajar yang berupa kertas, mempunyai keuntungan yaitu praktis dan mudah dibawa. Keenam, pemandu perpustakaan membantu kita dalam pencarian buku referensi, sehingga lebih efisien.

Baca juga:   Terampil Berbicara Bahasa Inggris melalui Media Iklan

Kunjungan perpustakaan dikatakan berhasil jika siswa mempunyai minat yang tinggi untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, serta dapat meningkatkan pemamahan siswa tentang materi akar-akar nasionalisme Indonesia dan pengaruhnya pada masa kini. (agu1/zal)

Guru SMAN 1 Kesesi, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya