Gaya Belajar Alamiah Keluargaku dengan Pendekatan Inkuiry

Oleh: Diah Trisnawati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEORANG guru yang professional dituntut untuk dapat menampilkan keahlian di depan kelas. Salah satu komponen keahlian itu adalah kemampuan untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan efisien, guru perlu mengenal berbagai jenis strategi belajar mengajar sehingga dapat memilih strategi manakah yang paling tepat untuk suatu bidang pengajaran.

Berdasarkan observasi di SD Negeri 05 Kajen, terkait dengan hasil belajar siswa kelas I pada mata pelajaran Tematik “Keluargaku”, diperoleh hasil bahwa dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah. Penggunaan metode ceramah dalam KTSP tidak mengurangi minat siswa dalam belajar. Namun penggunaan metode ceramah yang berlebihan mempersulit guru mengaktifkan siswa di kelas serta memperkecil kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuan yang utuh. Selain penggunaan pendekatan pembelajaran terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran Tematik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan seperti kurangnya media serta sarana dan prasarana yang mendukung. Di samping itu, siswa juga mempunyai kendala yang berasal dari diri siswa seperti kurangnya semangat belajar dan perbedaan intelektual dari siswa.

Baca juga:   Meningkatkan Karakter Siswa melalui Budaya Literasi Digital

Pendekatan inkuiri merupakan pendekatan penemuan yang menuntut pengetahuan yang lebih kompleks dibandingkan pendekatan discovery. Pada pendekatan inkuiri siswa dengan proses mentalnya sendiri dapat menemukan suatu konsep, sehingga dalam menyusun rancangan percobaan dilakukan atas kemampuannya sendiri. Pada pendekatan inkuiri, permasalahan dilontarkan oleh guru, cara pemecahan masalah ditentukan oleh siswa, penemuan kesimpulan juga dilakukan oleh siswa. Penulis menerapkan strategi pendekatan inkuirin adalah cocok untuk menciptakan siswa berkarakter.

Pendekatan dan strategi pembelajaran saat ini diharapkan lebih menekankan agar siswa dipandang sebagai subjek belajar. Konsep ini bertujuan hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah, siswa ‘bekerja’ dan mengalami, bukan berupa transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pendidikan tak lagi berpusat pada lembaga atau pengajar yang hanya mencetak lulusan kurang berkualitas, tapi berpusat pada peserta didik. Pendekatan inquiry adalah pendekatan mengajar di mana siswa merumuskan masalah, mendesain eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data sampai mengambil keputusan sendiri.

Langkah-Langkah dalam pendekatan Inkuiri antara lain : Pertama, Mengidentifikasi dan merumuskan masalah, rumusan masalah merupakan arah yang dicapai dalam pembelajaran. Perumusan masalah harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan dalam pembelajaran IPA. Kedua, Merumuskan hipotesis, dilakukan dengan diskusi dan harus sesuai dengan kemampuan siswa. Ketiga, Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data, siswa tentu harus mencari bukti-buktinya dengan arahan guru dan sumber-sumber harus relevan. Keempat, Menguji Hipotesis. Data yang sudah dianalisis kemudian disimpulkan dengan mengkaji hipotesis yaitu benar atau salah. Kelima, Merumuskan alternative-alternatif pemecahan masalah. Apabila rumusan hipotesis sudah jelas, dan kalau sudah terkumpul, siswa dibimbing untuk merumuskan alternative pemecahan masalah. Keenam, Menetapkan pemecahan masalah tentu saja dengan bimbingan guru.

Baca juga:   Demonstrasi Tingkatkan Semangat dan Prestasi Belajar

Adapun kelebihan dari pendekatan inkuiri yaitu memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. (ti1/zal)

Guru SDN 05 Kajen, Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya