Asyiknya Bimbingan TIK dengan Podcast

Oleh : Hery Afianto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran pada abad ini mempengaruhi cara pandang dan strategi pembelajaran pendidik serta mengubah cara belajar peserta didik. Pemanfaatan media dalam kegiatan pembelajaran akan meningkatkan kreativitas bagi pendidik dan peserta didik. Bentuk media pembelajaran yang semakin beragam menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang model media pembelajaran. Pendidik dituntut untuk memilih dan menerapkan media pembalajaran yang tepat untuk menciptakan penyampaian pengetahuan yang lebih menarik dan mampu meningkatkan hasil belajar (Muchlis Abdi, Gina Bachtiar, Daryati, 2017).

Pada masa pandemi Covid-19, proses kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan di sekolah kini harus dilakukan secara daring. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Salah satu kekurangan dari proses pembelajaran ini adalah siswa yang merasa tidak bisa memahami materi secara keseluruhan. Selain itu, pengajar juga harus selalu memiliki cara baru agar siswa tidak merasa bosan dan juga dapat memahami materi secara mudah.

Salah satu cara alternatif yang bisa digunakan oleh tenaga pengajar adalah memanfaatkan podcast video sebagai media pembelajaran. Seperti yang penulis gunakan saat memberikan materi bimbingan TIK pada siswa kelas VIII SMP N 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan pada materi fungsi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah angka. Podcast video yang hadir sebagai salah satu layanan streaming ini memiliki potensi dan peluang untuk mengoptimalisasikan sekaligus memberikan suplemen bagi media dan platform pembelajaran di masa pandemi Covid-19 agar bisa menghadirkan pendidikan yang humanis.

Baca juga:   Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran TIK

Secara historis, podcast lahir seiring dengan hadirnya iPod produksi perusahaan asal Amerika Serikat yaitu Apple pada 2001. Podcast dapat dikatakan sebagai “iPod Broadcasting” atau siaran menggunakan iPod yang memiliki karakter on demand, yaitu dapat unduh kapan saja dan dimana saja dan dapat didengarkan kapan saja (Mesyanti dan Woro, 2020). Sekarang berkembang menjadi Webcast yaitu podcast berbasis Web. Dengan podcast, pembelajaran bisa berlangsung dengan efektif. Bagi guru yang jumlah kelasnya banyak, akan sangat menguntungkan, karena dengan sekali rekaman saja, pelajaran yang disampaikan bisa sampai ke semua siswa. Siswa dapat dengan mudah membuka tautanyang telah disediakan. Siswa tentunya akan merasakan bahwa ia benar-benar belajar dengan gurunya. Penggunaan podcast seharusnya mulai digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Berdasarkan penelitian (Koppelman, 2013) (Selwood, Lauer and Enokida, 2016), cara podcast yang dapat diakses kapan dan dimanapun dapat membantu siswa dalam PJJ untuk mengelola waktu mereka secara efisien.

Dalam pembuatan video podcast penulis menggunakan Open Broadcaster Software (OBS). Dengan OBS studio kita bisa merekam penjelasan materi serta memberi tugas secara langsung. Materi tentang fungsi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah angka dapat ditampilkan disertai dengan penjelasan dari guru. Saat video podcast disiarkan secara streaming peserta didik dapat mengikutinya secara langsung dan dapat menanyakan hal yang belum mereka pahami melalui live chat, gurupun dapat langsung menjawab pertanyaan dari peserta didik. Sehingga pembelajaran jarak jauh ini dapat berjalan secara interaktif. Sedangkan peserta didik yang tidak bisa mengikuti siaran podcast secara streaming maka peserta didik dapat melalui channel youtube yang telah di-share di WA grup kelas.

Baca juga:   Mengenal Tata Surya dengan Game Android

Dengan menggunakan media podcast ini dapat meningkatkan keaktifan peserta didik terhadap apa yang mereka pelajari. Peserta didik terlihat asyik menggunakan media ini. Dan guru bisa mengevaluasi manakah materi yang belum jelas mana materi yang belum dimengerti oleh peserta didik. (ti2/ton)

Guru Bimbingan TIK SMP Negeri 1 Kajen, Kab.Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya