Perpajakan Lebih Mudah dengan Gallery Walk

Oleh : Khusnul Khotimah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu tujuan sekolah adalah meningkatkan sumber daya manusia melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sekolah sebagai sarana interaksi antara guru dengan peserta didik yang bertujuan untuk memberikan pengajaran, mengelola dan mendidik para peserta didik melalui bimbingan yang diberikan oleh guru. Namun sudah satu tahun belakangan ini kegiatan pembelajaran terkena dampak Covid-19 yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring ini dimaksudkan untuk mengurangi penyebarluasan Covid-19. Keadaan inilah yang memaksa guru untuk mengatur strategi bagaimana cara mengelola pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik meskipun ada keterbatasan dalam berinteraksi.

Dengan penggunaan metode dan media yang tepat akan menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dicapai.

Pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Toroh, Kabupaten Grobogan menggunakan aplikasi Microsoft Teams. Aplikasi ini merupakan sebuah platform komunikasi dan kolaborasi terpadu yang menggabungkan fitur percakapan kerja, rapat video, penyimpanan berkas, dan integrasi dengan langganan Office 365 dan juga dapat diintegrasikan dengan produk selain buatan Microsoft.

Berdasarkan pengalaman guru sebagai guru mata pelajaran ekonomi ada beberapa peserta didik kurang berminat mengikuti pembelajaran setelah diberikan materi dan penugasan. Hal ini dapat dilihat ada beberapa peserta didik hanya mengisi presensi kemudian keluar dari aplikasi. Ada yang tidak mengisi presensi dengan alasan tidak memiliki paket data.

Baca juga:   Blended Learning dalam Pembelajaran Ekonomi Materi Koperasi

Dari pengalaman inilah guru menggunakan metode Gallery Walk pada mata pelajaran ekonomi materi perpajakan untuk menarik minat dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran yang menyenangkan. Mengingat materi ini ada perhitungan pajak sehingga peserta didik memerlukan konsentrasi.

Metode Gallery walk atau galeri belajar adalah metode pembelajaran yang dapat memaksa peserta didik untuk membuat suatu daftar. Baik berupa gambar maupun skema sesuai hal-hal apa yang ditemukan atau diperoleh pada saat diskusi disetiap kelompok untuk dipajang di depan kelas.

Setiap kelompok menilai hasil karya kelompok lain yang digalerikan. Kemudian ditanyakan pada saat diskusi kelompok dan ditanggapi. Penggalerian hasil kerja dilakukan pada saat peserta didik telah mengerjakan tugasnya. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberikan kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman peserta didik. Dengan demikian mereka dapat belajar dengan lebih menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan bisa tercapai (Ghufron, 2011:12).

Menurut Ismail (2009:89), prosedur pelaksanaan teknik/metode pembelajaran Gallery Walk adalah sebagai berikut : peserta didik dibagi atas beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan kertas karton. Mengingat pembelajaran daring maka peserta didik dapat megerjakan tugasnya dengan menggunakan fasilitas dari Microsoft Office atau menyiapkan kertas karton sendiri.

Baca juga:   Cara Asyik Memahami Budaya Mantu dengan Role Play

Tentukan topik atau tema pelajaran, hasil kerja kelompok ditempel di dinding. Pada langkah ini sesuai dengan pembelajaran daring maka hasil kerja kelompok dapat di-uplod di kelas online. Kemudian masing-masing kelompok dapat mengamati hasil pekerjaan kelompok lain dengan memperhatikan gambar/file pekerjaan yang sudah diulpod di kelas online.

Salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan kelompok lain. Koreksi bersama guru dengan peserta didik. Klarifikasi dan penyimpulan. Adanya variasi langkah-langkah dalam penggunaan metode Gallery Walk disesuaikan dengan keperluan dari setiap guru, materi pembelajaran dan berdasarkan karekteristik peserta didik.

Penggunaan metode ini dampaknya terlihat bahwa peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran materi perpajakan. Mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik terbiasa memecahkan masalah dalam belajar. Dan memiliki sikap menghargai dan mengapresiasikan hasil belajar temannya yang pada akhirnya tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. (pm2/lis)

Guru Ekonomi SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya