POE2WE dengan Eksperimen Virtual PhET pada Materi Tumbukan, Melatih Keterampilan Proses Sains

Oleh: S Heri Sulistijo, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran. Tetapi mengajak peserta didik menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri. Sehingga dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skill) dan siap untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Dalam materi pembelajaran sains khususnya cabang ilmu fisika, lima pengalaman belajar ini akan terlaksana di dalam proses pembelajaran yang memaksimalkan keterampilan proses sains peserta didik.

Menurut Verawati dan Prayogi (2016) keterampilan proses sains meliputi keterampilan mengobservasi (menghitung, mengukur, mengklasifikasi), merumuskan masalah, membuat hipotesis, mengidentifikasi variabel. Serta mendefinisikan variabel secara operasional, merencanakan penelitian dengan prosedur yang tepat, analisis, intepretasi, inferensi, dan mengomunikasikan hasil.

Pemilihan model pembelajaran yang dapat memaksimalkan keterampilan proses sains peserta didik salah satunya adalah metode POE2WE (Nana, Sajidan, Akhyar, & Rochsatiningsih, 2014). Yaitu model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write dan Evaluation. Dikembangkan dari model pembelajaran POEW dan model pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivistik.

Model ini membangun pengetahuan dengan urutan proses terlebih dahulu meramalkan atau memprediksi solusi dari permasalahan, melakukan eksperimen untuk membuktikan prediksi. Kemudian menjelaskan hasil eksperimen yang diperoleh secara lisan maupun tulisan, membuat contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Menuliskan hasil diskusi dan membuat evaluasi tentang pemahaman peserta didik baik secara lisan maupun tertulis.

Baca juga:   Dengan Card Short, Pembelajaran IPA Menyenangkan

Media perangkat laboratorium virtual dikembangkan untuk mengatasi sulitnya peminjaman alat di sekolah. Hal ini dikarenakan dalam media ini telah dibuat laboratorium fisika virtual yang menyerupai karakteristik alat beserta fungsinya.

Dalam penyusunan media laboratorium fisika virtual ini, didasarkan pada permasalahan fisika. Permasalahan dari persoalan sehari-hari yang sering ditemui peserta didik.
Dalam materi fisika tidak semuanya membutuhkan alat percobaan. Hanya beberapa materi yang lebih kompleks dan rumit serta sulit dipahami oleh peserta didik yang membutuhkan alat percobaan sebagai media penunjang. Misalnya pada materi Momentum dan Impuls. Materi yang sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari namun kurang bisa dipahami secara nyata.

Keterbatasan waktu dalam pembelajaran serta peralatan yang kurang mendukung membuat guru memerlukan bantuan media. Salah satu media pembelajaran adalah Physics and Education Technology (PhET), interactive Simulations yang di dalamnya berisi pemodelan dari setiap komponen laboratorium nyata yang divisualisasikan ke dalam simulasi maya (virtual). Simulasi yang disediakan media PhET sangat interaktif dan mudah sehingga peserta didik tertarik untuk belajar dengan cara mengeksplorasi secara langsung dan dapat bereksperimen dalam waktu yang relatif singkat.
Media PhET dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman mendekati suasana sebenarnya dan berlangsung dalam suasana tanpa risiko.
Simulasi PhET ini hanya berbentuk simulasi (virtual laboratory). Belum ada petunjuk cara penggunaannya. Hal ini yang menjadi dasar untuk menggunakan simulasi PhET pada pokok bahasan tumbukan. Sekaligus mengembangkan perangkat pembelajaran untuk mengetahui apakah pembelajaran berbasis PhET efektif digunakan untuk membantu peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Baca juga:   Saatnya Bahasa Indonesia Jadi Favorit Siswa

Berdasarkan data yang telah diperoleh sebanyak 80 persen peserta didik tertarik melakukan eksperimen melalui PhET. Peserta didik lebih menyukai eksperimen virtual daripada secara langsung. Eksperimen virtual efektif sebagai penunjang peserta didik untuk melakukan sebuah praktikum karena dapat memberikan solusi atas keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium.
Pembelajaran model POE2WE terbukti efektif berdasarkan data presentase yang dilakukan oleh peserta didik. Eksperimen virtual dalam aplikasi PhET memberikan solusi kemudahan dalam permasalahan tumbukan yang ada pada materi momentum dan impuls. Yaitu memberikan simulasi mengenai perbedaan antartiga jenis tumbukan, tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian serta tumbukan tidak lenting sama sekali.

Model pembelajaran POE2WE dengan bantuan eksperimen virtual PhET dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk melatih keterampilan proses sains peserta didik. (pm2/lis)

Guru Fisika SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan.

Author

Populer

Lainnya