Harapan Guru BK Menuju Pembelajaran Tapka

Oleh : Siti Nurul Hidayah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang datangnya tak pernah disangka dan menghampiri seluruh dunia, mengubah semua keadaan termasuk dunia pendidikan. Sistem pembelajaran yang selama ini sudah berjalan dengan baik terpaksa harus berubah menjadi sistem PJJ. Berbagai cara dan upaya, penerapan 3M selalu diimbaukan dengan harapankan semua orang sehat tanpa terpapar virus tersebut.

Dengan kondisi seperti ini pemerintah segera mencanangkan program vaksinasi yang bertujuan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 segera berakhir. Sehingga program ini membawa dampak yang positif. Dan dunia pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (tapka) seperti yang sudah direncanakan oleh pemerintah bulan Juli 2021 yang akan datang.
Untuk mewujudkan harapan tersebut mari kita persiapkan segala sesuatunya untuk memulai pembelajaran tatap muka ini, tidak sekadar persiapan fisik tetapi juga persiapan psikisnya.
Hal ini tentu secara psikologis anak perlu adanya penyesuaian kembali setelah selama ini pembelajaran via pembelajaran jarak jauh. Penyesuaian diri menurut W.A Gerungan (2000) mengubah diri sesuai keadaan lingkungan atau mengubah keadaan lingkungan sesuai dengan kondisi dirinya sehingga ada penyesuaian yang bersifat aktif.

>Dengan demikian semoga para siswa SMA Negeri 2 Grabag nantinya ketika pembelajaran tatap muka dimulai anak-anak dapat secara cepat bisa menyesuaikan diri dengan suasana yang baru.
Penulis selaku guru Bimbingan dan Konseling sangat memahami situasi psikologis siswa dengan perubahan sistem belajar ini. Maka harapan penulis alangkah baiknya jika pertemuan pembelajaran nantinya yang diperkirakan bulan Juli 2021 diawali dengan kegiatan yang dapat merefresh anak. Contohnya dengan kegiatan olahraga bersama atau outbond yang tentunya tak lepas dari prokes. Kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat untuk kembali belajar di sekolah. Peran guru bimbingan dan konseling harus mampu berperan dalam situasi ini.

Baca juga:   Tantangan Praktikum Fisika dalam PJJ di Masa Pandemi

Dalam hal ini anak-anak membutuhkan pendampingan orang tua dan bapak ibu guru serta dorongan atau motivasi untuk tetap membangun semangat belajar. Kebiasaan yang selama ini belajar di rumah terkesan santai karena tidak ribet dengan berbagai aturan dan kediplinan. Tetapi ketika pembelajaran sudah mulai dengan tatap muka maka siswa harus dituntut disiplin dan berbagai aturan yang berlaku di sekolah.

Motivasi belajar tidak boleh kendor karena dalam dunia pendidikan motivasi belajar sangatlah penting untuk membakar semangat agar dapat menggapai cita-cita dan harapan apa yang diinginkan.

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. Sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai (Sardiman, 1986:75). Tantangan sebagai guru bimbingan dan konseling harus mampu menyikapi masalah yang akan muncul di awal pertemuan tatap muka nanti. Penulis sangat yakin ada kendala dan permasalahan yang sangat bervariasi dari anak didik karena perubahan sistem pembelajaran tersebut. Maka, rancangan dari berbagai teknik konseling nantinya dapat membantu dan mengentaskan permasalahan yang dihadapi siswa.

Baca juga:   Efektivitas Berbagi Video pada Microsoft Office Team 365 dalam Pembelajaran Kritik dan Esai

Teknik-teknik dalam konseling menggunakan : satu, role playing dengan konseli. Dua, menggunakan humor yang mendorong suasana yang segar dan rileks. Tiga, tidak menjanjikan kepada konseli, maaf apapun karena terlebih dahulu diadakan perjanjian untuk melakukan perilaku tertentu yang sesuai keberadaan klien. Empat, menolong konseli untuk merumuskan perilaku tertentu yang akan dilakukannya. Lima, membuat model-model peranan terapis sebagai guru yang lebih bersifat mendidik. Enam, membuat batas-batas yang tegas dari struktur dan situasi terapinya. Tujuh, menggunakan terapi kejutan verbal atau ejekan yang pantas untuk mengonfrontasikan konseli dengan perilakunya yang tak pantas. Delapan, ikut terlibat mencari hidup yang lebih efektif (Sayekti : 1997).

Semoga rencana pembelajaran tatap muka akan segera diberlakukan Juli yang akan datang. Tetap semangat menyambut hari esok yang lebih baik. (pm2/lis)

Guru BK SMAN 2 Grabag, Kabupaten Magelang.

Author

Populer

Lainnya