Membangun Kecakapan Ilmiah pada Materi Minyak Bumi melalui Literasi Sains

Oleh : Sunarti, S.Pd., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kebijakan pemerintah mengganti ujian nasional (UN) dengan Asesmen Nasional (AN) sudah lama disosialisasikan. AN tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan yang mencakup proses, input, dan hasil. Salah satu aspek penilaian AN adalah Asesmen Kompetensi Minimal (AKM). Dalam AKM yang diukur adalah capaian peserta didik melalui pembelajarannya di ranah kognitif, seperti literasi dan numerasi.

Menurut UNESCO literasi adalah kemampuan seseorang dalam membaca, menulis. Bahkan menghitung dan memecahkan masalah serta mendorong peserta didik untuk mampu menganalisis situasi yang terjadi di sekitarnya dengan pemecahan masalah berdasarkan dari apa yang dipelajarinya.

Salah satu masalah di sekitar kita adalah lingkungan. Seperti kerusakan lingkungan akibat meningkatnya jumlah sampah, limbah cair rumah tangga/industri, tingginya emisi gas-gas pencemar udara, pemanasan global, sampai dampak radiasi dan pemakaian bahan bakar minyak bumi.

Trianto (2007:103) mengungkapkan kimia merupakan salah satu rumpun sains yang terus tumbuh dan berkembang yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen terhadap gejala alam maupun karakteristik alam sekitar secars sistematis yang diterapkan dalam lingkungan.

Baca juga:   Pintar Barisan Aritmetika dengan Permainan Kalender

Perlu adanya pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik mampu berpikir kritis, logis, kreatif sehingga mampu menjawab persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah perlunya literasi sains diterapkan pada peserta didik dalam memahami materi kimia. Khususnya berhubungan dengan lingkungan seperti dampak pembakaran bahan bakar minyak bumi terhadap lingkungan.

Literasi sains adalah satu dari enam jenis keterampilan literasi dasar menurut Panduan Gerakan Literasi Nasional Kemendibud RI. PISA mendefinisikan literasi sains sebagai kapasitas untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dan data-data yang ada agar dapat memahami dan membantu peneliti untuk membuat keputusan tentang dunia alami dan interaksi manusia dengan alam (Rustaman, et.al,2000:2).

Literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasar bukti-bukti dalam rangka memmahami dan membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia (Firman, 2007:2). Dengan demikian peserta didik mampu menggunakan pengetahuan sains dan dapat menerapkannya dalam memecahkan persoalan keseharian yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Karena kimia termasuk dalam IPA (sains), maka penulis mencoba mengimplementasikan literasi sains ini dalam pembelajaran kimia dalam materi dampak pembakaran bahan bakar minyak bumi bagi lingkungan di kelas X TKJ 2 SMK Negeri 5 Semarang. Hal ini sangat relevan dengan kondisi pandemi yang mengharuskan peserta didik melaksanakan pembelajaran daring dan diharapkan mandiri dalam belajar dengan lebih memperdalam literasi.

Baca juga:   Pembelajaran TKRO Sistem Kemudi Power Steering dengan Model Jigsaw

Melalui literasi sains, peserta didik didorong untuk mengamati dampak pembakaran bahan bakar minyak bumi yang dilihatnya. Apa saja dampak negatif dan positifnya, serta bagaimana cara menanggulangi dampak negatifnya. Hasil pengamatan ditulis dan dicocokkan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari. Dari pengamatan sederhana ini, peserta didik juga diharapkan dapat menentukan permasalahan. Mencari jawaban serta menyusunnya dalam suatu karya tulis atau artikel tentang dampak pembakaran bahan bakar minyak bumi terhadap lingkungan dan mempresentasikan hasil karya tersebut dalam video.

Ternyata dengan literasi sains ini, pemahaman peserta didik tentang dampak pembakaran bahan bakar minyak bumi terhadap lingkungan mudah terserap. Lebih penting lagi, dapat membangun kecakapan ilmiah dan karakter peduli terhadap lingkungan. (lbs2/lis)

Guru Kimia SMK Negeri 5 Semarang

Author

Populer

Lainnya