Langkah Mudah Belajar Fisika dengan Kartu Misteri

Oleh: Ari Satriana

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Fisika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit dimengerti dan masih menjadi beban tersendiri bagi beberapa peserta didik. Di samping itu fisika adalah salah satu cabang ilmu yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Konsep-konsep yang abstrak sering membuat peserta didik kesulitan memahami pesan yang disampaikan guru dalam pembelajaran, bahkan sebagian besar peserta didik kelas XI MIPA MAN Yogyakarta 1, menganggap bahwa sifat abstrak makin membuat bingung mereka.

Salah satu materi pembelajaran pada pelajaran fisika yang masih sulit dimengerti adalah fluida dinamis. Fluida dinamis adalah disiplin ilmu yang mengkaji perilaku dari zat cair dan gas dalam keadaan bergerak dan interaksinya dengan benda padat. Demi tercapainya hasil belajar yang optimal dalam mempelajari fluida dinamis, memerlukan peran aktif guru maupun peserta didik.

Guru diharapkan dapat berperan aktif dalam menyiapkan arah dan tujuan pembelajaran serta kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik. Sedangkan peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dan kreatif dalam mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Seperti yang disampaikan oleh Wospakrik bahwa fisika adalah salah satu ilmu yang bertujuan untuk mempelajari dan memberikan pemahaman baik secara kualitatif maupun kuantitatif tentang fenomena dan gejala alam serta penerapannya (Mundilarto, 2012: 3).

Baca juga:   Asyiknya Belajar Bangun Datar Menggunakan Kertas Lipat Warna

Permasalahan dalam mempelajari fisika pada materi fluida dinamis bisa diatasi dengan kartu misteri. Apakah kartu misteri itu? Kartu misteri merupakan media pembelajaran atau alat yang berfungsi untuk membantu menyampaikan pesan pembelajaran. Kartu misteri didesain agar bisa dimainkan secara individu, kelompok kecil, ataupun kelompok besar. Desain kartu misteri mengadopsi dari kartu uno (untuk warna dan kecerahan) dan kartu remi.

Dalam konteks ini kartu misteri digunakan sebagai alat pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk menjembatani berbagai permasalahan fisika, baik dalam bentuk matematis maupun konsep, ke dalam bentuk yang menarik, sederhana, dan jelas. Komunikasi tersebut akan berlangsung efektif apabila informasi pembelajaran disampaikan secara jelas, runtut, dan menarik.

Kartu misteri digunakan sebagai sumber belajar, dimainkan untuk 3 orang. Dua orang bertindak sebagai pemain dan satu orang sebagai pemberi pertanyaan disebut kepala. Jumlah kartu yang digunakan adalah 76 kartu. Pembagian kartu terdiri dari kepala 38 kartu pertanyaan dan 2 pemain masing-masing 16 kartu jawaban.

Panduan permainan karuta adalah pertama sang kepala mempersilakan kedua pemain saling duduk berhadapan; kedua sang kepala membagikan 38 kartu jawaban kepada kedua pemain secara acak; ketiga kedua pemain mengatur kartu sedemikian rupa di wilayah masingmasing. Kartu diatur dengan bagian depan menghadap ke atas, sehingga semua jawaban terlihat; keempat kepala memberi waktu 10 detik kepada kedua pemain untuk menghapalkan lokasi kartu di kedua wilayah lawan; kelima, pada waktu 10 detik itu, kepala mengacak kartu pertanyaan sehingga tidak berurutan; keenam, kepala mulai memberikan pertanyaan kepada kedua pemain. Kedua pemain mendengarkan dengan teliti dan segera mencari kartu jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan; ketujuh kedua pemain adu cepat dalam mengambil kartu jawaban yang sesuai. Kartu yang benar akan menjadi milik pemain yang pertama mengambil. Jika kartu yang diambil salah, kartu akan dikembalikan ke posisi semula; delapan pemain yang menang adalah yang paling banyak mendapatkan kartu jawaban yang benar. Jika ingin dimainkan secara berkelompok, peran pemain dapat digilir secara berurutan tiap pertanyaan.

Baca juga:   Peningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA melalui Model Jas

Jadi, kunci utama belajar fisika materi fluida dinamis adalah memberikan rasa senang terlebih dahulu. Misalnya dengan permainan kartu misteri ini, sehingga peserta didik merasa tidak tertekan dalam belajar. Jika rasa senang itu sudah ada maka pikiran akan termotivasi dan mudah untuk diajak menyelesaikan masalah tertentu. Dengan demikian peserta didik menjadi lebih bersemangat untuk belajar lebih lanjut, dan meningkatkan hasil belajarnya. (lbs1/lis)

Guru MAN 1 Yogyakarta

Author

Populer

Lainnya