Guru Mengajar dengan Semangat, Minat Belajar Siswa Meningkat

Oleh : Sutanti S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TAK semua sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka dengan baik selama pandemi Covid-19. Terutama di sekolah pinggiran kota, bahkan di daerah pegunungan seperti di SMPN 6 Satu Atap, Desa Tlagawera, Banjarnegara. Mayoritas siswanya berasal dari latar belakang petani dan buruh. Banyak peserta didik yang tak memiliki handphone yang support. Bahkan kalaupun punya handphone, tak memiliki kuota, dan sinyal yang jelek.

Kondisi tersebut sangat berpengaruh dalam pembelajaran matematika. Apalagi jika dilakukan secara daring melalui aplikasi whatsapp, peserta didik sangat kesulitan menangkap maksud pelajaran matematika kelas VII pada materi bangun datar segiempat dan segitiga. Peserta didik mengalami kesulitan menggambar bangun segiempat, baik berupa persegi, persegi panjang, trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang. Bahkan kesulitan juga menyebutkan sifat-sifat bangun segiempat. Hal tersebut berakibat fatal, menurunkan minat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran matematika secara daring.

Untuk mengatasi tersebut, guru dituntut kreatif agar bisa menumbuhkan minat belajar peserta didik secara daring. Karena itu, penulis model pembelajaran dari rumah (PDR) sebagai berikut, pertama, bersemangat ketika mengajar matematika saat daring. Siswa bisa merasakan, jika guru tidak semangat mengajar, hal ini menyebabkan siswa tidak menaruh minat pada pelajaran matematika. Namun jika guru bersemangat dan menjadikan suasana kelas menarik, siswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran.

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPS Menggunakan Media Peta

Kedua, perhatikan celah materi yang tidak dipahami siswa. Guru sebaiknya mengetahui materi apa yang tidak dipahami siswa, untuk bisa meningkatkan keinginan mereka belajar lebih banyak. Misalnya, guru menjelaskan contoh latihan yang biasa diberikan di kelas sampai jelas, diikuti dengan contoh latihan yang sedikit berbeda, namun masih terkait dengan materi yang sama. Hal ini akan memberi motivasi peserta didik untuk belajar lebih giat.

Ketiga, temukan pola atau cara khusus. Guru dapat membantu siswa menemukan cara mudah memahami suatu materi agar lebih cepat mengingat suatu topik. Keempat, memberikan tantangan kepada siswa. Maka, guru harus memilih tantangan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Karena tujuan diberikan tantangan adalah untuk menyemangati, bukan menurunkan minat siswa. Kelima, memberikan contoh pengaplikasian matematika dalam dunia nyata. Hal ini untuk memotivasi siswa terhadap materi yang akan dijelaskan guru. Guru bisa membantu siswa menghubungkan matematika dengan jenjang karir yang mereka inginkan di masa depan.

Keenam, menggabungkan teknologi dalam kegiatan belajar. Kedekatan anak-anak dengan teknologi dapat guru manfaatkan untuk menambah semangat belajar. Apalagi saat ini banyak aplikasi yang bisa membantu siswa belajar dan memahami matematika. Misalkan merekomendasikan rumah belajar untuk belajar siswa.

Baca juga:   Belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Efektif dengan Discovery Learning

Setelah keenam strategi tersebut diterapkan pada pembelajaran daring, motivasi belajar siswa mengalami perubahan. Bahkan, jumlah siswa yang mengikuti pelajaran secara daring via WA bertambah. Pada minggu pertama hanya diikuti 50 persen siswa, pada pertemuan berikutnya 60 persen siswa. Bahkan pada pertemuan berikutnya mengalami peningkatan lagi 65 persen mengikuti pelajaran matematika secara daring. Hasil belajarnya juga mengalami peningkatan. (lbs2/ida)

SMP Negeri 6 Satu Atap Banjarnegara

Author

Populer

Lainnya