Guru Butuh Kesabaran Ekstra dalam Pembelajaran Daring

Oleh : Sri Suswati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) yang diterapkan akibat pandemi Covid-19, memiliki dampak besar pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 2 Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Apalagi Menteri Pendidikan RI, Nahdim Karim menyatakan, pendidikan tetap mengacu kurikulum nasional, menggunakan kurikulum darurat, dan melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Pembelajaran dilakukan dengan dua pendekatan yaitu, PJJ luar jaringan/luring (offline) dan PJJ dalam jaringan/daring (online).

Kendala PJJ online antara lain akses internet yang susah, tidak semua siswa mempunyai handphone yang support dengan pembelajaran, dan tidak semua orang tua mempunyai kemampuan membeli kuota untuk mengakses pelajaran secara daring. Alhamdulillah, beberapa bulan terakhir ada bantuan kuota internet bagi peserta didik dan guru.

Kendati begitu, sekolah tidak menerapkan penggunaan aplikasi zoom atau google meet. Tapi menerapkan aplikasi whatsapp dan google formulir. Whatsapp digunakan untuk menyampaikan materi, terutama bahasa Inggris kelas VII (3 kelas) dan kelas IX (3 kelas). Tetapi jika membutuhkan variasi soal dan menghindari kebosanan, maka soal-soal/tugas penulias sampaikan dengan menggunakan aplikasi google formulir.

Baca juga:   Pembelajaran dengan Video untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa

Menjelaskan materi pelajaran secara daring maupun luring, sebenarnya tidak mudah. Meski sudah diterangkan, masih banyak siswa belum bisa paham dan mengerti. Oleh karena itu, penulis tidak membatasi waktu belajar siswa. Penulis dengan ikhlas menjawab/melayani pertanyaan siswa meski jam pelajaran telah berakhir. Kadang sudah malam, ada saja siswa yang masih menanyakan materi, bahkan sekedar mengirimkan tugas.

Selain itu, waktu 2 jam pelajaran setiap pertemuan tidaklah cukup. Bisa jadi karena saat jam pelajaran, siswa tersebut tidak menyimak. Memang kenyataannya banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran. Dalam kondisi tersebut, penulis pun mengalah dengan mengirim pesan whatsapp melalui jaringan pribadi (japri). Menanyakan kenapa tidak aktif atau tidak mengerjakan tugas. Respon siswa tentu berbeda-beda. Ada yang dengan sopan menjelaskan alasannya, ada yang hanya membaca teguran guru kemudian membiarkannya tanpa merespon, ada yang merespon dengan marah-marah kemudian keluar dari grup whatsapp. Ini sebetulnya miris sekali.

Itulah kenyataan yang guru hadapi. Hanya dengan bersabar dan menjelaskan ulang secara pelan-pelan, untuk memahami dan membangun sikap dan karakter yang baik pada siswa. Berharap dapat menumbuhkan sikap hormat dan menghargai kepada orang lain. Sehingga pelajaran dapat terlaksana dengan baik, meski menggunakan metoda daring. (lbs1/ida)

Baca juga:   Menceritakan Kembali Isi Fabel Lebih Menyenangkan dengan Teknik Berantai

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara

Author

Populer

Lainnya