Picture to Picture Mempermudah Mengenali Benda-Benda Lingkungan Sekitar

Oleh: Sri Ristanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU merupakan komponen terpenting dalam dunia pendidikan. Guru memiliki peran vital dalam mengembangkan sumber daya manusia dalam lingkungan pendidikan terutama lembaga pendidikan atau sekolah. Guru adalah sosok orang tua bagi anak ketika berada di lingkungan sekolah. Guru akan dapat membentuk dan mengembangkan karakter dan perilaku serta meningkatkan pengetahuan melalui berbagai proses didalamnya termasuk pendidikan anak usia dini dan Taman Kanak-kanak (TK). Permendiknas Nomor 58 tahun 2009 menjelaskan bahwa pendidik anak usia dini adalah profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pengasuhan, dan perlindungan anak didik. Peranan guru profesional dalam mendidik anak usia dini dimulai dengan membuat perencanaan pembelajaran. Guru harus membuat perencanaan yang matang segala aktifitas dan tahapan pembelajaran terutama pembelajaran anak usia dini. Perencanaan pembelajaran yang matang akan menjadikan proses-proses kelanjutannya berjalan lebih efektif dan efisien.

Perencanaan pembelajaran sangat diperlukan terutama untuk pembelajaran anak usia dini yang memiliki kecenderungan bermain dalam setiap tahapannya. Bermain pada pendidikan usia dini memilik porsi yang cukup besar dibandingkan dengan proses yang lain. Bermain adalah kegiatan yang sangat penting bagi anak-anak khususnya anak usia dini. Bermain merupakan upaya bagi anak untuk mengungkapkan hasil pemikiran dan perasaan serta cara anak menjelajah lingkungannya. Bermain juga membantu anak dalam menjalin hubungan sosial antar anak. Bermain itu menyenangkan karena ketikan bermain anak-anak bisa bebas mengekspresikan ide-idenya, imajinasinya dan perasaannya yang terkadang tidak selaras dengan kenyataan yang sebenarnya.

Baca juga:   Cornell Notes Materi Lingkungan di Masa Waspada Covid

Elizabeth Hurlock (1987: 320) menjelaskan bahwa bermain adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya tanpa mempertimbangkan hasil akhir. As’adi Muhammad (2009: 26) turut mengatakan bahwa definisi bermain adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi dengan lebih baik. Kolaborasi proses pembelajaran dengan memasukkan bermain sebagai bagian penting dari tahapan menjadi unsur perenanaan pembelajaran yang tepat. Pada tahapan proses pembelajaran, guru harus memilah dan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak didik. Model pembelajaran yang mengutamakan keaktifan anak didik untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam segala pengetahuan dan melatih anak didik melakukan interaksi sosial.

Salah satu model yang dapat di manfaatkan guru dalam proses pembelajaran anak usia dini adalah Picture to Picture. Model Picture to Picture ditetapkan dengan sajian informasi kompetensi, sajian materi, menujukkan gambar kegiatan, dan pengurutan gambar oleh siswa. Nantinya, guru akan memberikan konsep dan urutan gambar yang benar. Sebagai guru TK Handayani XIII Pendowo Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang penulis menerapkan model pembelajaran picture to picture pada pembelajaran materi mengenal benda-benda disekitarnya. Penggunaan model pembelajaran ini ternyata dapat meningkatkan minta dan motivasi anak didik mengikuti proses pembelajaran secara baik dan menyenangkan. (*/zal)

Baca juga:   Belajar Pelestarian Lingkungan Jadi Seru dengan Outdoor Study

Guru TK Handayani XIII Pendowo

Author

Populer

Lainnya