Role Playing Berbantu Aplikasi Zoom Cloud Meetings Tingkatkan Hasil Belajar Administrasi Humas dan Keprotokolan

Oleh : Puji Setyoningsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Revolusi industri 4.0 ialah fenomena yang memadukan antardua unsur berbasis teknologi, yakni teknologi otomatisasi dan teknologi siber. Pada penerapannya berkonsep pada menjalankan teknologi secara otomatis untuk meminimalkan beban kerja dan waktu oleh tenaga kerja manusia.

Demi terciptanya generasi yang siap bersaing di peradaban baru ini, dunia pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan mengubah sistem pembelajaran. Kemendikbud telah menggalakkan desain pembelajaran berbasis STEM yang mampu mengasah 4 keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21 seperti komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, dan kolaborasi.

Merebaknya wabah Covid-19 di penjuru dunia, berimbas pada berbagai sektor. Pendidikan pun ikut terdampak. Pembelajaran dituntut untuk daring (online). Sekolah, guru, peserta didik, bahkan keluarga harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring ini. Realitanya, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Meski begitu, hambatan tersebut tidak boleh menyurutkan semangat belajar kita. Seorang pendidik harus berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti fitur video conference.

Di SMK, penilaian unjuk kerja merupakan hal yang penting. Pada mata pelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan, kompetensi 3.15 dan 4.15 membahas penerapan penyelenggaraan pertemuan/rapat. Salah satu model pembelajaran yang layak digunakan pada materi ini adalah model role playing atau bermain peran. Dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Cloud Meetings pembelajaran praktikum tetap bisa dilaksanakan.

Baca juga:   Pendidikan Karakter di saat Pembelajaran Jarak Jauh

Role playing merupakan model pembelajaran di mana peserta didik diminta berpura-pura menjadi seseorang dengan profesi tertentu yang digeluti orang tersebut. Selain itu, subjek juga diminta untuk berpikir seperti orang tersebut agar dia dapat mempelajari bagaimana menjadi seseorang dengan profesi tersebut.

Kelebihan role playing adalah permainan yang diperankan peserta didik dapat membantu memahami masalah-masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, bagi peserta didik yang memainkan peran sebagai orang lain, dapat menempatkan dirinya sendiri seperti watak dari karakter yang dimainkan itu (Satoso, 2010). Kemudian, peserta didik mampu merasakan perasaan yang dialami oleh orang lain. Hal tersebut mampu menumbuhkan sikap saling memperhatikan orang lain (Santoso, 2010).
Adapun kekurangan model pembelajaran role playing adalah saat guru atau pembimbing atau pelatih tidak memahami dengan baik akan langkah-langkah pembelajaran dengan metode role playing, maka kekacauan tidak dapat dihindarkan. Dengan kata lain, penting sekali langkah-langkah pembelajaran role playing disampaikan oleh guru.

Langkah-langkah model pembelajaran role playing dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, guru atau pembimbing perlu menyusun atau menyiapkan skenario yang akan ditampilkan di kelas beberapa hari sebelum pembelajaran. Guru dapat menyiapkan dua tema rapat yang berbeda. Kedua. guru membentuk peserta didik dalam kelompok-kelompok. Ketiga, guru memberikan penjelasan pada peserta didik tentang kompetensi-kompetensi yang ingin dicapai melalui kegiatan pembelajaran role playing.

Baca juga:   Penguatan Pendidikan Karakter Disiplin Siswa melalui PJJ di Masa Pandemi

Selanjutnya, guru memanggil kelompok yang telah ditunjuk untuk memainkan peran sesuai dengan skenario yang telah disiapkan oleh guru. Setelah itu, guru memberikan kesempatan peserta didik lain untuk mengutarakan pendapatnya mengenai penampilan kelompok yang tampil. Lalu, guru meminta masing–masing kelompok untuk menyusun dan menyampaikan hasil kesimpulan berdasarkan skenario yang dimainkan oleh kelompok yang lain. Terakhir, guru memberikan kesimpulan dari kegiatan role playing yang dilakukan bersama peserta didik.
Dengan pembelajaran bermain peran, diharapkan peserta didik mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyelenggarakan pertemuan atau rapat secara daring dengan baik dan benar. Selain itu, dengan berperan sebagai penyelenggara rapat, peserta didik akan menjadi lebih ingat akan materi tersebut serta menjadikan pembelajaran tersebut lebih bermakna. (kb4/lis)

Guru SMK Negeri 1 Pati.

Author

Populer

Lainnya