Mendalami Keistimewaan Anak melalui Pengenalan Bakat dan Minat Diri

Oleh: Tasliyah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ANAK usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yaitu usia antara 0-6 tahun. Anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan, daya pikir, daya cipta, bahasa dan komunikasi, yang tercakup dalam kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Pendidikan sangat dibutuhkan untuk memberikan wadah dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak berupa pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini mengaplikasikan anak-anak bisa belajar dan bermain. Proses pembelajaran sebagai bagian dari pendidikan terutama pendidikan anak usia dini selalu melekat dengan semua tahapannya.

Semiawan (2007:19) menerangkan bahwa proses pembelajaran pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep-konsep dasar yang memiliki kebermaknaan bagi anak melalui pengalaman nyata yang memungkinkan anak untuk menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu (curiousity) secara optimal. Yuliani Nurani (2011:6) menjelaskan bahwa proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak.Anak-anak diajarkan untuk mengeksplorasi kemampuannya, belajar beradaptasi dengan lingkungan, dan berinteraksi dengan teman-teman. Anak memiliki karakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, mereka selalu aktif, dinamis, antusias dan rasa ingin tahu terhadap apa yang dilihat, didengar, dirasakan, mereka seolah-olah tak pernah berhenti bereksplorasi dan belajar. Anak bersifat egosentris, memiliki rasa ingin tahu secara alamiah, merupakan mahluk sosial, unik, kaya dengan fantasi, memiliki daya perhatian yang pendek, dan merupakan masa yang paling potensial untuk belajar.

Baca juga:   Pengenalan Teknologi Sederhana melalui Metode Bermain pada Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia. Pendidikan anak usia dini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu sekolah dasar. Pendidikan pada anak usia dini sangat penting karena pendidikan pada masa ini merupakan tonggak utama bagi terlaksananya pendidikan selanjutnya. Pada masa ini kosentrasi anak belum pecah, dan semua informasi diterima dengan baik. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang sebelum pendidikan dasar. Pendidikan pada masa ini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan. Pada lembaga pendidikan anak usia dini, para pendidik dituntut harus mengembangkan potensi anak, sehingga nantinya anak mampu menghadapi persoalan-persoalan kreatif. Guru juga tidak hanya memberikan ilmu kepada muridnya, mereka juga harus memperhatikan hal-hal yang istimewa di dalam diri peserta didik.

Baca juga:   STAD Solusi Mengajar Sejarah Islam

Penulis sebagai guru TK Negeri Pembina, Kabupaten Pemalang, memperhatikan keistimewaan yang dimiliki anak melalui materi mengenal kebutuhan, keinginan dan minat diri. Pengembangan potensi yang dimiliki anak secara tepat akan menjadikan bakat yang istemewa bagi anak tersebut. Ada banyak potensi dalam diri anak dan semuanya perlu dikembangkan, salah satunya adalah potensi kreativitas. Salah satu potensi yang perlu mendapat rangsangan/ stimulasi adalah bakat (aptitute). Salah satu cara untuk mengembangkan potensi anak yaitu melalui pendidikan anak usia dini. (*/zal)

Guru TK Negeri Pembina, Pemalang

Author

Populer

Lainnya