Berpikir Tingkat Tingkat Tinggi melalui Keterampilan Menyusun Soal HOTS

Oleh : Kurniati, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik Indonesia agar menjadi manusia yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini tercermin dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional.

Nilai-nilai karakter yang disebutkan dalam Perpres RI Nomor 87 Tahun 2017 dan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 dimaksudkan untuk membekali peserta didik Indonesia dalam menghadapi era abad 21. Peserta didik Indonesia dituntut mengusai empat keterampilan. Di antaranya keterampilan berpikir kritis, memiliki kreativitas dan inovasi, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mampu berkolaborasi.

Keterampilan tersebut diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terdiri atas kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

Penerapan keterampilan ini hendaknya diimbangi dengan karakter yang disisipkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini tercermin dalam menyempurnakan Kurikulum 2013 pada standar penilaian dengan mengadopsi model-model penilaian yang berstandar yang berupaya meningkatkan domain kognisi dalam proses penilaian hasil belajar peserta didik.

Baca juga:   Tamanisasi Sekolah sebagai Sarana Pembelajaran Kontekstual

Berdasarkan hasil observasi, soal-soal penilaian untuk mata pelajaran bahasa Indonesia masih banyak yang menuntut proses berpikir rendah (low order thinking) yang masih mengujikan ingatan dan pemahaman peserta didik. Beberapa guru sudah mengetahui adanya imbauan untuk menggunakan atau menerapkan pemakaian soal bahasa Indonesia yang berorientasi pada soal HOTS. Walaupun masih banyak guru bahasa Indonesia yang merasa kesulitan dalam menyusun soal yang berorientasi HOTS. Salah satu efek dari rendahnya kemampuan guru dalam menyusun soal yang berorientasi HOTS adalah rendahnya prestasi peserta didik Indonesia. Oleh sebab itu, sosialisasi soal yang berorientasi HOTS dan pengembangan soal yang berorientasi HOTS perlu disosialisasikan secara menyeluruh kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan soal penilaian pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

Menurut penulis sangatlah penting untuk merumuskan permasalahan permasalahan yang menyangkut pada bagaimana menganalisis kualitas soal PAS, serta bagaimana menerapkan prinsip/karakteristik penyusunan soal yang berorientasi pada HOTS. Dari rumusan masalah tersebut, nantinya akan ditemukan hasil berupa prinsip atau karakteristik penyusunan soal yang yang berorientasi HOTS. Prinsip atau karakter tersebut diharapkan dapat membantu para guru Bahasa Indonesia dalam menyusun soal yang berorientasi HOTS.

Baca juga:   Microsoft Whiteboard, Tingkatkan Aktifitas Siswa Belajar Integral

Berdasarkan informasi dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk soal yang berorientasi HOTS pada soal ujian diimbau 15%, akan tetapi untuk soal PAS harus lebih dari 15%, yaitu minimal 20%. Hal tersebut dimaksudkan untuk melatih peserta didik terbiasa menyelesaikan soal-soal yang mengandung level 3 atau soal yang berorientasi HOTS. Akan tetapi pada kenyataan masih banyak dijumpai soal soal PAS mata pelajaran bahasa Indonesia yang hanya sebesar 17,78%, soal yang telah dibuat sudah mengandung level 3 atau soal yang berorientasi HOTS, tetapi persentasenya belum memenuhi anjuran. Hal yang demikian disebabkan oleh guru yang masih kesulitan dalam menyusun soal yang berorientasi HOTS atau soal level 3. Meskipun demikian, guru mata pelajaran bahasa Indonesia perlu dilatih untuk menyusun soal yang berorientasi HOTS dan peserta A demikian, dapat penulis simpulkan pengembangan soal PAS mata pelajaran bahasa Indonesia sangat perlu dikembangkan dengan karakteristik atau prinsip yang sesuai dengan konsep HOTS dan pedoman penyusunan butir soal. (kb4/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Dempet Kabupaten Demak.

Author

Populer

Lainnya