Aktifkan Siswa dengan Membangun Teamwork pada Pembelajaran IPS

Oleh : Ratna Setiawati S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR berarti perubahan perilaku. Tentu saja, perilaku yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran harus menghasilkan peserta didik yang semula tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari tidak punya kepribadian menjadi berkepribadian, dari tidak punya karakter menjadi berkarakter, dan seterusnya. Sebagai guru menanamkan hakikat pembelajaran kepada para peserta didik, menanamkan karakter yang baik pada diri peserta didik, menyajikan model pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) pada peserta didik SDN 02 Harjosari kelas VI, sesekali mengamati pembelajaran dalam suasana tertekan, tidak konsentrasi dalam belajar. Yang masih ada siswa yang berkarakter buruk, suka bertengkar, atau bahkan menghasilkan lulusan yang korup, dan bermacam-macam perilaku buruk lainnya. Hal yang sangat dikhawatirkan oleh penulis dan rekan guru. Sebagai makhluk sosial tentunya manusia senantiasa memerlukan orang lain dalam hidupnya. Meskipun hidup berkecukupan, kecerdasan yang cukup dan kekuatan fisik yang cukup, ia akan selalu membutuhkan lingkungan dimana dia bisa berbagi, saling memberikan support dan bergotong royong.

Baca juga:   Tingkatkan Keterampilan Menulis Riwayat Hidup Tokoh dengan Dilema Biografi

Masalah ini kiranya bisa diatasi dengan cara guru mulai membiasakan penggunaan model pembelajaran yang aktif dibantu dengan media penuh kreasi supaya siswa bisa berpartisipasi aktif saat kegiatan pembelajaran. Model Collaborative Teamwork Learning (CTL) dalam pembelajaran IPS pada materi karakteristik geografis negara-negara di wilayah ASEAN bisa digunakan menjadi alternatif untuk menaikkan nilai siswa. Model ini menekankan kegiatan belajar bersama di dalam sebuah tim. Kerja sama yang dimaksud disini itu adalah siswa secara bersama-sama diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang telah diberikan, setiap anggota wajib menyumbangkan ide, saling bertukar pikiran dan bertanggung jawab atas pemahaman setiap anggota timnya sehingga memunculkan ikatan kekompakan.

Langkah-langkah collaborative teamwork learning seperti diskusi kelompok, persentasi, memberikan tanggapan dan menentukan strategi pemecahan. Pertama, guru melakukan pengajaran sebagai mediator atau fasilitator sedangkan siswa aktif menemukan pemecahan masalah yang menciptakan kreativitas siswa. Kedua, pemberian potongan kata kunci materi supaya siswa termotivasi untuk bisa dalam pembelajaran, sehingga mendorong siswa untuk mencari lebih tahu apa yang akan dipelajari. Ketiga, anggota kelompok melalui kegiatan pembelajaran dan diskusi. Adanya diskusi kelompok dalam pemecahan masalah mengharuskan siswa bekerja sama dan terlibat dalam kelompoknya. Serta setiap kelompok harus memberikan tanggapan pada soal yang dipersentasikan oleh kelompok lain menjadikan siswa berpikir untuk mengemukakan ide mereka. Baik dalam hal mengkritisi jawaban teman maupun dalam hal menambahkan untuk menyempurnakan jawaban.

Baca juga:   Bahasa Jawa Tanamkan Kesantunan pada Siswa

Model pembelajaran CTL ini sangat membantu siswa untuk memahami suatu masalah yang sulit ketika siswa saling berdiskusi. Kegiatan ini membantu mengaktifkan siswa untuk menyelesaikan masalah, biasanya siswa akan lebih mengingat apa yang disampaikan oleh temannya daripada belajar sendiri atau apa yang disampaikan oleh guru. (pg2/ida)

Guru SDN 02 Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya