Tetap Asyik Daring Learning From Home

Oleh : Naili Arzakiyah, S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 menyerang hampir semua sektor kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Sekolah-sekolah terpaksa meniadakan pendidikan di dalam kelas. Semua dilakukan lewat online.

Dilihat dari kejadian sekitar yang sedang terjadi, baik siswa maupun orangtua siswa yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini merasa kebingungan, sehingga pihak sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Permasalahan ini juga terjadi rata-rata peserta didik SDN Jeruksari. Pembelajaran PAI semakin tidak dikuasai siswa, terutama pada materi hijaiyah. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan membaca Alquran semakin tidak bisa.

Alasan lainnyapun pada bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak di antara orangtua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.

Kegagapan pembelajaran daring memang tampak terlihat di hadapan kita, tidak satu atau dua sekolah saja melainkan menyeluruh di beberapa daerah di Indonesia. Komponen-komponen yang sangat penting dari proses pembelajaran daring (online) perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Penulis melakukan pembelajaran model daring yang terpenting adalah jaringan internet yang stabil, kemudian gawai atau komputer yang mumpuni, aplikasi dengan platform yang user friendly, san sosialisasi daring yang bersifat efisien, efektif, kontinyu, dan integratif kepada seluruh stakeholder pendidikan. Yaitu menerapkan model video pembelajaran. Menurut Arief S. Sadiman, video adalah suatu media pengirim pesan yang dapat menampilkan suara serta gambar bergerak. Pesan tersebut dapat berupa fakta (seperti berita atau kejadian dan peristiwa penting) maupun fiktif (misalnya sebuah cerita rekayasa) yang bisa mengedukasi atau hanya bersifat informasi.

Baca juga:   Usir Bosan Saat KBM dengan Game Senam Otak

Tutorial membuat video pembelajaran adalah: Pertama, tulis skenario. Sama seperti membuat film, membuat video pembelajaran juga membutuhkan skenario. Skenario ini berfungsi sebagai pemandu ke mana arah pembicaraan guru ketika direkam nanti. Tulis ringkasan materi bahan ajar yang nantinya bisa dibacakan di depan kamera. Kedua, proses rekaman. Dengan kamera digital atau DSLR, boleh menggunakan kamera. Sediakan tripod dan lighting untuk mendukung proses rekaman agar lebih bagus dan stabil. Apabila tidak punya, sebenarnya bisa menggunakan kamera smartphone. Pada zaman sekarang ini kamera smartphone pun sudah banyak sekali yang bagus dan jernih. Ketiga, cari ilustrasi. Bila videonya sudah jadi, langkah terakhir yang harus guru lakukan ialah mengunggahnya ke portal belajar atau situs web seperti Youtube. Daftarkan diri terlebih dulu di portal belajar atau situs web terkait, lalu pilih unggah video. Bila proses mengunggah sudah berhasil, maka Bapak/Ibu Guru bisa membagikan URL video pembelajaran tersebut pada para siswa. Keempat, proses editing. Ketika rekaman video dan ilustrasi sudah terkumpul, saatnya mengedit video pembelajaran, nih. Ada banyak software yang bisa digunakan, misalnya saja Movie Maker dari Windows, Adobe Premiere, Corel Video Studio, dan lain-lain. Atau video pembelajaran yang dibuat di-share di grup whatsApp kelas.

Baca juga:   Tourist Hunting, Solusi Lancar Berbicara Bahasa Inggris

Penulis dengan menyediakan sumber daya yang dapat ditonton dari mana saja dengan koneksi internet, dan dapat diakses di banyak perangkat termasuk laptop, dan smartphone pada siswanya, maka yang mereka dapat meningkatkan retensi pengetahuan. Karena video pembelajaran dapat dihentikan dan diputar ulang sebanyak yang diperlukan. (ce4/ton)

Guru PAIBP SDN Jeruksari Kec. Tirto Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya