Semakin Tertarik Belajar Tematik dengan Metode Cooperative Script

Oleh : Jazirotul Munawaroh S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR merupakan subtansi pokok yang harus dilakukan oleh setiap orang, terutama siswa. Dan siswa dikatakan telah belajar, apabila telah terjadi perubahan dari dirinya yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu.

Menurut Fontana dalam Suherman (2003:7), belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relative tetap sebagai hasil dari pengalaman. Terkadang tidak banyak “proses belajar” siswa yang berhasil, terutama dalam disiplin ilmu matematika yang selama ini dianggap momok dan sulit bagi kebanyakan siswa.

Berdasarkan hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran di SDN Jajarwayang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, diketahui beberapa ketidaktertarikan dalam pembelajaran. Sekitar 60 persen anak yang hasil menulis tegak bersambungnya tidak rapi dan nilai ulangan materi benda-benda di sekitar kita rendah. Maka penulis menerapkan metode atau cara strategi yang bisa menarik siswa untuk lebih giat lagi belajarnya supaya hasilnya memuaskan. Yaitu dengan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif.

Penulis memiliki solusi untuk mengatasi masalah, yakni dengan penerapan strategi pembelajaran Cooperative Script sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan siswa. Pembelajaran inovatif yang akan mampu membawa perubahan belajar bagi siswa, telah menjadi barang wajib bagi guru. Pembelajaran lama telah usang karena dipandang hanya berkutat pada metode mulut. Siswa sangat tidak nyaman dengan metode mulut. Sebaliknya, siswa akan nyaman dengan pembelajaran yang sesuai dengan pribadi siswa saat ini.

Baca juga:   Kegiatan Pramuka di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan atau tim kecil yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem nilai dilakukan terhadap kelompok. Masalah yang dipecahkan bersama akan disimpulkan bersama. Penerapan strategi pembelajaran itu adalah, pertama, guru membagi siswa untuk berpasangan. Kedua, guru membagikan soal kepada setiap siswa untuk dibaca, kemudian bersama-sama membuat kesimpulan atau ringkasan terhadap materi tersebut. Ketiga, guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Keempat, pembicara membacakan kesimpulan atau ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kelima, siswa yang menjadi pendengar menyimak, mengoreksi, atau menunjukkan ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Selain itu, pendengar juga membantu mengingat atau menghafal materi yang diberikan jika memang lupa. Keenam, pasangan tersebut kemudian bertukar peran, yang semula menjadi pembicara ditukar menjadi pendengar, kemudian melakukan hal yang sama seperti langkah sebelumnya. Ketujuh, setelah selesai, siswa bersama-sama guru merumuskan kesimpulan dari materi yang telah dibahas tersebut.

Baca juga:   Metode Jigsaw Memaksimalkan Pembelajaran Bahasa Inggris

Penggunaan strategi pembelajaran Cooperative Script mampu menarik siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran, serta penggunaan strategi pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran. (ce4/ida)

Guru SDN Jajarwayang, Kecamaran Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya