PhET: Media Simulasi Interaktif dalam Proses Pembelajaran Fisika

Oleh: S Heri Sulistijo, S.Pd., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Fisika merupakan bagian dari ilmu sains yang disusun berdasarkan fakta, fenomena-fenomena alam, hasil pemikiran, dan hasil eksperimen. Objek kajian dalam pembelajaran fisika adalah benda tak hidup dan gejala alam atau peristiwa-peristiwa yang memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya.

Sehingga terdapat beberapa konsep yang bersifat abstrak dan sulit untuk dimengerti oleh peserta didik. Perkembangan dunia teknologi dan informasi yang semakin pesat dapat memberikan alternatif bagi pendidik untuk menggunakan berbagai media pembelajaran salah satunya Physics Education and Technology (PhET). Media simulasi PhET dikembangkan untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep fisika secara visual. Yaitu menggunakan grafik dinamis yang secara eksplisit dapat menghidupkan model visual dan konseptual yang digunakan oleh fisikawan ahli.

Simulasi PhET dapat digunakan peserta didik untuk membantu menemukan atau mengklarifikasi konsep-konsep yang sedang dipelajari melalui pendekatan pembelajaran inkuiri.

Kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna jika peserta didik tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Menurut Nurhayati, et al. (2014) dalam penelitiannya menyatakan hasil belajar peserta didik pada materi listrik dinamis yang diajarkan dengan metode demonstrasi berbantuan media simulasi PhET lebih efektif daripada hasil belajar menggunakan metode konvensional. Perbedaan hasil belajar ini terjadi karena menggunakan simulasi PhET. Peserta didik dalam proses pembelajaran tidak sebatas membayangkan terkait konsep-konsep yang terdapat dalam materi listrik dinamis tetapi melihat langsung karakteristik suatu muatan listrik.

Baca juga:   Pembelajaran Listrik Statis Mudah dengan Model PBLFC

Pernyataan tersebut didukung penelitian Adams, et. al. (2008) bahwa media PhET mampu memvisualisasi dengan baik konsep materi yang awalnya sulit dipahami ketika proses pembelajaran disajikan dengan metode ceramah atau langsung dari guru ke peserta didik. Sehingga secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi faktor-faktor dalam diri peserta didik.

Penggunaan media simulasi PhET lebih banyak menurunkan miskonsepsi pada peserta didik jika dibandingkan dengan menggunakan alat peraga pada materi rangkaian listrik. Penurunan miskonsepsi tersebut disebabkan karakteristik simulasi PhET dapat menyajikan fenomena yang sifatnya mikroskopis dan abstrak ke dalam bentuk nyata dibandingkan penggunaan alat peraga. Misalnya, dalam proses menjelaskan konsep perbedaan terang lampu ketika nilai hambatan (resistor) diubah, maka alat peraga tidak dapat menunjukkan adanya muatan yang mengalir dalam komponen pada setiap rangkaian tersebut. Permasalahan tersebut dapat membuat peserta didik sulit mengkonstruksi konsepsi dalam dirinya karena adanya ketidakyakinan terkait dengan konsep yang dipelajari.

Semua simulasi yang terdapat dalam PhET dapat dijadikan sebagai alat atau media yang memberikan suatu kebebasan kepada pendidik untuk memilih dan menggunakan sesuai dengan konsep materi yang akan dipelajari. Menurut Perkins, et. al. (2006) sebagai pengembang media simulasi PhET menyarankan pembelajaran menggunakan simulasi PhET akan lebih efektif jika diterapkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Karena simulasi mampu membantu peserta didik dalam mengkaji atau menemukan informasi terkait suatu fenomena atau peristiwa fisika melalui suatu ilustrasi yang menarik.

Baca juga:   Permudah Penilaian Procedure Text melalui Video Pembelajaran

Penggunaan simulasi PhET dalam pembelajaran sering kali mengarah pada pertanyaan yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik. Misalnya, menghubungkan konsep yang dipelajari ke dalam pengalaman mereka sendiri, menanyakan pertanyaan “bagaimana jika”, atau memperluas diskusi kelas ke aplikasi atau konsekuensi dari konsep fisika itu sendiri.

Model pembelajaran inkuiri memiliki kelebihan. Antara lain peserta didik mengetahui konsep-konsep dasar dan ide-ide yang lebih baik. Membantu dalam mengingat pada proses belajar yang baru, mendorong peserta didik untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.

Dapat disimpulkan, simulasi PhET efektif digunakan untuk membantu pendidik dan peserta didik dalam mempelajari konsep-konsep fisika. Mediaini sangat baik digabungkan dengan model pembelajaran inkuiri. Memiliki kelebihan yaitu efektif dalam menjelaskan konsep fisika yang sifatnya abstrak dan tampilannya menarik. Sedangkan kekurangannya dalam pelaksanaan di sekolah sangat bergantung pada unit komputer yang tersedia. (pm1/lis)

Guru Fisika SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya