Direct Learning pada Gerak Dasar Langkah dan Ayunan Lengan Mengikuti Irama Ketukan

Oleh : Hadi Suprapto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan (PJOK) menitikberatkan pembelajaran melalui aktivitas gerak. Semua makhluk hidup melakukan aktivitas gerak termasuk manusia dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Anak-anak menganggap bahwa gerak merupakan salah satu bagian yang sangat menyenangkan dan penting di dalam kehidupannya. Bermain adalah salah satu yang dapat memancing anak-anak bergerak lebih banyak.

Pertumbuhan dan perkembangan yang berhubungan dengan pengetahuan, nilai dan sikap, maupun keterampilan gerak semua sangat penting bagi anak-anak sebagai bekal dalam kehidupan di masa depannya. Lingkungan menjadi salah satu faktor dalam proses pembelajaran. Faktor lingkungan sekolah dapat mempengaruhi terjadinya perubahan pada diri anak baik dari segi fisik, psikologi, pengetahuan maupun sikap.

Program pendidikan jasmani yang diselenggarakan di sekolah dasar hendaknya mampu memberikan banyak pengalaman gerak bagi anak. Keberhasilan proses pendidikan jasmani tidak lepas dari peran serta semua unsur pendidikan baik dari kebijakan sekolah, perangkat sekolah, pendidik di sekolah, sarana-prasarana di sekolah dan orang tua siswa. Melalui berbagai bentuk gerakan dalam pendidikan jasmani, dapat memberikan sumbangan yang sangat besar dan bermakna bagi anak-anak sekolah dasar terhadap pengembangan kemampuan pengetahuan, nilai dan sikapnya. Guru PJOK harus dapat menentukan model pembelajaran yang tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Baca juga:   Strategi “Bijak” Tingkatkan Pemahaman Perkembangbiakan Tumbuhan

Joyce dan Weil yang dikutip oleh Rusman, (2012: 133) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Agus (2009: 46) menambahkan bahwa model pembelajaran adalah landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional kelas. Salah satu model pembelajaran yang tepat digunakan dalam menyampaikan materi PJOK adalah pembelajaran langsung atau direct learning. Model pembelajaran langsung adalah pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Alurnya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).

Penulis sekaligus guru PJOK di SDN 03 Yosorejo Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan menggunakan model pembelajaran langsung atau direct learning di kelas empat pada kompetensi dasar menerapkan prosedur variasi gerak dasar langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas. Beberapa tujuan pembelajaran PJOK dengan model pembelajaran langsung adalah membentuk dan mengembangkan anak kepada suatu bentuk kerja yang optimal melalui aktivitas jasmani, mengarahkan diri anak terhadap pencapaian prestasi dengan jalan menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab dan peningkatan kemampuan diri, menanamkan anak dapat mengenal kemampuan sendiri dan keterbatasan terhadap dirinya, menanamkan untuk belajar meningkatkan sikap dan tindakan yang dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun di dalam kegiatan pendidikan jasmani dan olah raga. Penulis merasakan keberhasilan meningkatkan kemampuan anak dalam proses pembelajaran olahraga, terbukti dengan semakin baiknya anak memperagakan gerakan dasar senam mengikuti irama ketukan. (gb1/ton)

Baca juga:   Belajar di Rumah lebih Asyik dengan TTS

Guru SDN 03 Yosorejo Kec. Petungkriyono Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya