Terapkan Pupet pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh : Laili Hidayati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEUNGGULAN suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alamnya saja, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, tergantung peranan tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan zaman yang berkembang cepat. Berdasarkan hasil PISA tahun 2018, Indonesia masih stagnan dalam 10-15 tahun tergolong rendah. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pemerintah melakukan kajian sistematik untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, Kurikulum 2013 dapat menjadi solusi terbaik saat ini.

Sekarang ini pendidikan Indonesia dituntut menggunakan kurikulum 2013, metode pembelajarannya secara tematik terpadu. Metode ini diharapkan siswa dapat berpikir kreatif, kritis, dan mudah memahami materi pelajaran dibandingkan dengan kurikulum sebelumya.

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Sanjaya, 2006). Dalam kurikulum 2013, guru harus dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

Tetapi kebanyakan guru masih kesulitan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini juga terjadi di SD Negeri 02 Sukorejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, terutama pada muatan pelajaran IPS materi pengenalan negara-negara ASEAN khususnya peta negara-negara ASEAN. Muatan pelajaran IPS kebanyakan berisi materi hafalan. Itu menyulitkan siswa untuk menghafal peta-peta negara ASEAN. Karena pada materi pengenalan negara-negara ASEAN, para siswa hanya diberikan gambar peta yang terdapat dalam buku pelajaran. Hal tersebut kurang efektif, karena siswa dapat merasa jenuh dalam proses belajar.

Baca juga:   Belajar Klasisfikasi Tumbuhan Lebih Mengasyikkan dengan ES

Dalam pembelajaran, guru tidak banyak menggunakan media pembelajaran berupa alat peraga. Padahal dengan media pembelajaran, bukan hanya mempermudah dan mengefektifkan proses pembelajaran, juga dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik. Pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan mendengarkan melalui media pembelajaran tertentu.

Dari permasalahan tersebut, muncul ide untuk membuat sebuah alat peraga tentang mengenal dan mempelajari negara-negara ASEAN yang sesuai dengan tujuan kurikulum 2013. Pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta, salah satunya dengan cara menggunakan alat peraga yang kreatif dan menarik. Dengan menggunakan alat peraga, dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Pembelajaran dengan PUPET (Puzzle Peta) dapat menjadi solusi untuk menghilangkan kejenuhan siswa. Belajar itu akan lebih baik kalau si subjek belajar mengalaminya atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik (Sardiman, 2007).

Dengan cara mengubah pembelajaran yang dulunya konvensional menjadi cara belajar dengan Pupet akan mengembangkan kreativitas anak. Karena dalam Pupet ini memiliki unsur tantangan, ketepatan waktu, daya nalar, dan etika. Siswa akan merasa tertantang untuk menyelesaikan Pupet secara berkelompok, karena penasaran dengan gambar peta negara mana yang terdapat pada puzzle-nya. Para siswa akan lebih mudah menghafal peta negara ASEAN dan dapat meningkatkan kerja sama antarsiswa.

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menyimak dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Untuk keberhasilan hasil pembelajaran, hendaknya guru tetap memerlukan perencanaan yang matang dan waktu yang cukup sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Dengan penggunaan Pupet ini, diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada muatan pelajaran IPS. Hasil belajar yang dimaksud adalah dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. (gb1/ida)

Guru SDN 02 Sukorejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya