Tingkatkan Minat Belajar Matematika dengan Bikin Tusuk Sate Bilangan

Oleh : Riani Eko Safitri, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses pembelajaran, ada beberapa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan situasi kegiatan belajar mengajar. Beberapa istilah yang penggunaannya sering tidak konsisten atau overlap adalah istilah model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Penggunaan masing masing istilah perlu dipahami secara kontekstual, karena tidak jarang suatu istilah digunakan sebagai pendekatan, strategi, model dan metode pembelajaran. Batasan istilah tentang model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.

Untuk meningkatkan peranan guru dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa, maka guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan mampu mengelola kelas. Guru harus menjadi model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Dan permasalahan yang dihadapi pada peserta didik kelas 1 SDN 02 Sambiroto, proses KBM kurang berhasil dikarenakan banyak siswa yang tidak memperhatikan sewaktu guru menyampaikan pelajaran. Hasilnya nilai pada materi Bilangan rendah, tidak tuntas dalam mencapai KKM.

Penulis menggunakan media pembelajaran untuk membantu KBM di kelas. Pengertian media pembelajaran menurut Azhar (2011) adalah alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun diluar kelas, lebih lanjut dijelaskan bahwa media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.

Baca juga:   Tuntaskan Pembelajaran Matematika dengan Card Short

Kemudian penulis menerapkan Sate Bilangan, bahan-bahan terdiri dari : styrofoam, tusuk sate, kertas HVS, crayon, spidol, doubletape, gunting, cutter. Cara membuatnya adalah : buat pola lingkaran, potong styrofoam, buat nama-nama bilangan dan judul lalu temple pada styrofoam. Cara kerja adalah: tusuk sate kita tancapkan pada setiap tulisan bilangan (satuan, puluhan). Cara penggunaan pertama, mengenal satuan, puluhan. Misalnya kita akan menentukan bilangan sembilan puluh tujuh maka styrofoam kita masukkan atau kita tusukkan ke dalam tusuk sate dari puluhan dulu kemudian satuan. Berarti harus ada 9 lingkaran warna hijau untuk puluhan, 7 lingkaran warna merah untuk satuan. Jika kita menentukan puluhan berarti kita ambil 1 lingkaran yaitu lingkaran untuk tusuk sate dari puluhan dan satuan. Dan seterusnya, lingkaran yang harus ditusukkan sate itu. Bilangan yang dipakai memiliki 2 angka, dimana angka pertama bernilai puluhan, dan angka kedua bernilai satuan.

Penggunaan media dalam pembelajaran merupakan salah satu solusi dari berbagai masalah yang terkait dengan keefektifan pembelajaran siswa. Penggunaa media yang tepat akan meningkatkan perhatian siswa pada materi yang akan dipelajari, dengan bantuan media minat dan motivasi dapat ditingkatkan. Proses Belajar dan mengajar menjadi lebih menarik. Terbukti hasil ulangan harian kelas 1 SDN 02 Sambiroto rata-rata di atas KKM. (ti2/ton)

Baca juga:   Menyematkan Filsafat pada Pembelajaran Recount Text

Guru Kelas I SDN 02 Sambiroto Kec. Kajen Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya