Pembelajaran Menulis Narrative Text Dengan Digital Story

Oleh : Gus Ahmad Rikauddin

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ada alasan praktis untuk menulis dari pembelajaran bahasa Inggris. Pembelajaran di sekolah harus mengembangkan praktik bahasa pada keterampilan menulis. Menulis selalu menjadi bagian silabus dalam pengajaran bahasa Inggris terutama pada KD 3.8 dan 4.8 pada pembelajaran Bahasa Inggris di kelas X. Keterampilan menulis akan membantu siswa untuk menguasai keterampilan lainnya.

Menurut Marianne Celce dan Murcia, menulis adalah produksi dari kata-kata tertulis yang menghasilkan teks tetapi teks tersebut harus dibaca dan dipahami agar komunikasi berlangsung. Menulis merupakan salah satu cara untuk menghasilkan bahasa yang berasal dari pikiran kita. Menulis menuntut siswa untuk fokus pada menghasilkan ide, mengorganisir secara koheren, merevisinya menjadi komposisi yang baik, menggunakan penanda wacana dan konvensi retoris secara kohesif, dan mengedit teks untuk tata bahasa yang sesuai.

Di era sekarang, penggunaan teknologi tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan dan ketersediaan untuk menciptakan banyak cara pengajaran bahasa Inggris. Teknologi untuk menghasilkan karya berkualitas profesional kini dapat diakses oleh siswa. Pembuatan Digital Story berpotensi untuk memotivasi dan melibatkan siswa, dan untuk menunjukkan kepada mereka kompleksitas manajemen proyek dan pentingnya audiens. Kegiatan ini membantu mereka mengembangkan dan mengasah rangkaian keterampilan yang mungkin mereka butuhkan di tempat kerja masa depan.

Baca juga:   Membuat Video Ungkapan Hope dan Congratulation dengan Handphone

Digital story adalah praktik berbasis bengkel di mana siswa diajarkan untuk menggunakan media digital untuk membuat cerita audio-video pendek, biasanya tentang kehidupan mereka sendiri. Idenya adalah bahwa ini menempatkan kesenangan manusia secara universal dalam narasi dan ekspresi diri ke hadapan semua orang.

Berikut urutan penggunaan Digital Story untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis Teks Naratif; 1) Guru memberikan pertanyaan panduan. 2) Guru memberikan teks naratif dengan Digital Story. 3) Siswa menjawab pertanyaan panduan berdasarkan Digital Story. 4) Para siswa menyusun teks naratif melalui jawaban pertanyaan panduan. 5) Guru memberikan umpan balik terhadap pekerjaan siswa dan memberikan model teks naratif berbasis Digital Story. 6) Guru menjelaskan struktur umum dan fitur bahasa teks naratif berdasarkan teks model. 7) Para siswa merevisi teks naratif mereka menggunakan struktur umum dan fitur bahasa yang sesuai. 8) Guru memberikan pertanyaan panduan untuk yang kedua Digital Story. 9) Guru memberikan kisah digital kedua dengan cerita yang berbeda. 10) Para siswa menjawab pertanyaan panduan. 11) Siswa menulis ulang cerita berdasarkan jawaban mereka pada pertanyaan panduan. 12) Siswa mengecek tulisannya dengan koreksi pasangan. 13) Guru mengambil satu contoh dari tulisan siswa untuk membahas kesesuaian struktur generik dan fitur bahasa tulisan dengan seluruh siswa. 14) Guru memberikan konfirmasi.

Baca juga:   Belajar Bahasa Inggris seperti Artis

Sebagaimana kita ketahui, menulis tidak hanya memindahkan pulpen di atas kertas tetapi dalam menulis kita harus memperhatikan kaidah penulisan. Seperti pemilihan kata yang pas atau tidak, susunannya sudah diatur dengan kalimat yang benar atau tidak, koherensi antara paragraf satu dengan yang lain saling berkelanjutan atau tidak, dan sebagainya.

Untuk membuat atau menyimpulkan cerita, siswa harus memahami cerita, mengetahui ciri khas masing-masing tokoh, dapat membayangkan alur dan latar cerita, kemudian mengaplikasikannya dalam bentuk tulisan. Digital Story mungkin memiliki hamparan narasi dan terkadang berlatar belakang musik; atau mungkin penggabungan, dalam berbagai cara, gambar, audio, dan video untuk menceritakan sebuah cerita atau membuat presentasi faktual. Dalam banyak kasus, suara, musik, dan gambar mengelilingi konten tertulis atau yang dinarasikan. Berdasarkan penjelasan di atas, Digital Story diharapkan dapat menjadi sebuah media yang tepat dalam pembelajaran menulis Teks Naratif. (ti2/ton)

Guru Bahasa Inggris SMA N 1 Kajen Pekalongan

Author

Populer

Lainnya