Pelajaran Lebih Interaktif dan Menarik dengan Mengajak Peserta Didik Berdiskusi

Oleh : Rini Puji Rahayu, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 2013 yang diterapkan di SDN 02 Jatirejo merupakan kurikulum yang menuntut peserta didik harus aktif berfikir. Guru dituntut harus kreatif dalam menjadi fasilitator yang membimbing dan menggali potensi peserta didik. Selama ini proses belajar mengajar di dalam kelas identik dengan guru sebagai pembicara utama dan peserta didik sebagai pendengar. Alhasil proses belajar mengajar pun terasa monoton. Padahal, metode mengajar turut mempengaruhi hasil dari proses belajar di dalam kelas.

Sebagai fasilitator, guru memiliki peranan yang penting dalam menyajikan materi pembelajaran setiap hari. Menyampaikan materi dengan metode pembelajaran yang fresh akan menumbuhkan semangat baru bagi peserta didik dalam mengikuti proses belajar. Lantas, seperti apakah metode belajar yang menarik bagi siswa SD?

Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok peserta didik, berbicara saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak ingin mencari jawaban atau penyelesaian problem dari segala segi dan kemungkinan yang ada (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: 1994).

Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, di mana peserta didik dihadapkan kepada suatu masalah, yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain : 2006). Menarik adalah mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (Depdikbud, 2002:1145).
Dalam proses pembelajaran yang interaktif guru berperan sebagai motivator, fasilitator, mediator evaluator, pembimbing dan pembaru. Dengan demikian kedudukan siswa dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas adalah melalui peran aktif. Aktifitasnya dapat diukur melalui kegiatan memerhatikan, mencatat, bertyanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan mengerjakan tugas, baik tugas kelompok maupun individu.

Baca juga:   Guru Ikut Worskhop Kepenulisan, Berburu Sertifikat atau Ilmu?

Mengajak peserta didik berdiskusi dapat menjadikan pelajaran lebih interaktif. Jika umumnya guru menjadi pembicara utama, dalam metode ini Anda dapat melatih peserta didik untuk mengeluarkan pendapat dengan cara berdiskusi memecahkan masalah.

Metode diskusi dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa kegunaan, antara lain memberi kesempatan pada peserta didik untuk menyalurkan kemampuan masing-masing, dapat mendorong anak untuk mengemukakan ide baru. Dapat memanfaatkan berbagi kemampuan yang dimiliki oleh siswa.

Membantu siswa untuk dapat mengetrapkan pengalaman teoritis dan pengalaman praktis dalam berbagai pengetahuan di sekolah. Membantu siswa untuk dapat menilai kemampuan dirinya, teman-temannya dan juga siswa dapat menghargai pendapat teman, Mengembangkan inovasi anank untuk belajar lebih lanjut.

Kendala dari metode ini adalah tidak semua siswa mau mengeluarkan pendapatnya. Karena itulah guru mempunyai peranan penting untuk memberikan stimulus pada siswa yang kurang aktif. Selain membuat kelas lebih menarik, inspirasi metode belajar semacam ini juga melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan umum.

Dengan demikian metode diskusi merupakan suatu metode pengajaran yang mana guru memberi suatu persoalan atau masalah kepada peserta didik. Dan para peserta didik diberi kesempatan secara bersama-sama untuk memecahkan masalah itu dengan teman-temannya.

Baca juga:   Asyiknya Mengenal Sekolah Baru Lewat MPLS Daring

Dalam diskusi peserta didik dapat mengemukakan pendapat, menyangkal pendapat orang lain. Mengajukan usul-usul, dan mengajukan saran-saran dalam rangka pemecahan masalah yang ditinjau dari berbagai segi. Dengan tukar pendapat dalam diskusi memungkinkan siswa untuk menyampaikan aspirasinya. (ag1/lis)

Guru SDN 02 Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, Pemalang

Author

Populer

Lainnya