Guling Tingkatkan Pembelajaran Masa Pandemi

Oleh : Dinarsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi telah menyebabkan krisis pendidikan di semua lembaga pendidikan. Banyak guru mengeluhkan siswanya tidak mengikuti pembelajaran dengan baik. Pembelajaran di masa pandemi sangatlah hati-hati. Bila tidak, bahaya mengancam anak didik. Virus mengancam dan mempersempit ruang gerak kita. Sebagai pendidik harus mencari cara agar pembelajaran tetap berjalan. Karena itu perlu sekali “guling“. Apa itu Guling? Guling adalah guru keliling. Keliling yang dimaksud adalah guru mengadakan keliling di rumah anak didik.

Sejak pandemi Covid-19 tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, sehingga pihaknya menggunakan metode pembelajaran guling (guru keliling). Metode pembelajaran guling adalah suatu metode yang tidak terdapat pada teori pembelajaran yang terkenal di masa sebelumnya.

Metode pembelajaran guling sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Program sekolah ini dilaksanakan dengan cara para guru mengunjungi tempat tinggal siswa untuk memberikan pembelajaran, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak didik.

Itu diterapkan di masa pandemi yang sekarang sedang dialami. Menurutku metode ini sebagai pelengkap di samping metode yang sudah ada seperti ceramah, diskusi, kerja kelompok dan sebagainya.
Sebelum menggunakan metode home visit, penulis melakukan pembelajaran secara daring atau online. Tetapi metode ini tidak dapat dinikmati oleh sebagian siswa, khususnya yang bertempat tinggal di pelosok dan tidak memiliki fasilitas penunjang untuk mendapatkan materi melalui pembelajaran secara daring.

Baca juga:   Belajar Recount Jadi Seru melalui Medsos

Apalagi anak kelas 2 SDN 09 Randudongkal yang penulis bimbing, jelas sulit seandainya diadakan pembelajaran secara online karena anak belum bisa menggunakan medianya. Tatap muka tidak boleh dilakukan di sekolah karena dikhawatirkan adanya penularan virus korona.

Karena itulah pembelajaran luring (luar jaringan) dilakukan dengan mengadakan keliling ke rumah anak didik dengan membentuk kelompok belajar. Kelompok yang dibentuk merupakan kelompok kecil setiap kelompok belajar maksimal ada 5 anak. Dan dibagikannya buku mata pelajaran sebagai sumber belajar. Setiap pagi anak diberi tugas melalui buku pelajaran pada halaman yang telah ditentukan. Guru berkeliling di setiap kelompok dengan membawa surat pernyataan yang ditandatangani wali murid tentang diperbolehkan untuk membimbing anak dalam belajar di rumahnya.

Surat pernyataan itu sebagai dasar agar kita tidak dipermasalahkan nantinya. Pembelajaran terus berlangsung setiap hari sesuai tugas masing-masing. Guru menjelaskan materi dan memecahkan kesulitan yang dialaminya. Setelah tugas selesai dengan buku tulis hasil pekerjaannya di kumpulkan dan dinilai oleh guru sebagai hasil dari pembelajaran. Sebelum guru pulang, sudah terbiasa memberikan tugas untuk besoknya. Dalam pelaksanaannya guru dan peserta didik menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, dan sebagainya.

Baca juga:   Belajar Perkalian Asyik selama Daring dengan Mencongak

Ternyata anak didik sangat senang bertemu dengan gurunya. Orang tua sangat mendukung pelaksanaan tersebut. Malah dalam suatu kelompok setelah didatangi, tidak mau ditinggal gurunya. Maklum karena masih kelas 2 SD sehingga sangat kangen dengan seorang guru yang selama ini belum bisa tatap muka di sekolah. Begitu akrabnya antara guru dan anak didik seperti hubungan orang tua dengan anaknya.
Dengan demikian metode guling bisa meningkatkan belajar di masa pandemi. Pandemi ini yang paling utama adalah kesehatan kita agar tidak terkena virus yang mematikan itu. Semua saling menjaga agar selalu menggunakan protokol kesehatan. Pembelajaran tetap berjalan lancar walaupun situasi yang sulit seperti ini. Dengan guling (guru keliling), para siswa mendapatkan materi pembelajaran secara langsung oleh guru dan siswa yang mungkin tidak mempunyai fasilitas untuk pembelajaran daring. Kita semua berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan kita bisa bertatap muka di sekolah dengan normal seperti biasanya. (ag1/lis)

Guru SDN 09 Randudongkal, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya