Belajar Kubus dan Balok melalui Kooperatif STAD

Oleh : Ani Surjati, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran matematika yang diberikan kepada siswa mulai sekolah dasar untuk membekali siswa dengan berbagai kemampuan. Di samping kemampuan akademik di bidang matematika itu sendiri, juga diperlukan kemampuan untuk bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul. Sehingga diharapkan siswa akan banyak menguasai berbagai kompetensi yang akan selalu dipakai dalam kehidupan selanjutnya di masa depan.

Kenyataan di lapangan menunjukkan ketertarikan siswa dalam belajar matematika sangat rendah karena siswa selalu beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit sehingga siswa kebanyakan tidak menyukai pelajaran matematika. Hal ini juga didukung dari hasil prestasi belajar siswa yang masih rendah.

Melihat hasil belajar yang masih rendah dan juga ketertarikan pada pelajaran matematika yang masih rendah, guru harus lebih memotivasi siswa dengan melakukan inovasi dalam mengajar untuk meningkatkan hasil yang lebih baik bagi siswa juga untuk meningkatkan kesukaan belajar matematika dengan melakukan beberapa metode pembelajaran yang diujicobakan.

Salah satu metode pembelajaran yang penulis lakukan adalah kooperatif STAD. Model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota.

Baca juga:   Jurus Jitu Tetap Gerak dengan Peluru Kertas

Inti dari kegiatan dalam STAD adalah sebagai berikut : pertama mengajar. Guru mempresentasikan materi pelajaran. Kedua belajar dalam tim : siswa belajar melalui kerja dalam kelompok / tim mereka, untuk menuntaskan materi pelajaran. Ketiga pemberian kuis : siswa mengerjakan kuis secara individual. Keempat penghargaan : pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan tim yang memperoleh skor tertinggi (PLPG, 2008:6-19).

Menurut Robert E. Salvin (2008 : 143) STAD terdiri atas lima komponen utama. Yaitu, presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, dan rekognisi tim. Metode kooperatif STAD mempunyai beberapa keunggulan yaitu fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerja sama antar individu (Chafidatul ilmah, 2006).

Prosedur metode pembelajaran kooperatif STAD untuk kegiatan guru adalah membagi siswa dalam beberapa kelompok beranggotakan kuang lebih 4 orang secara heterogen. Menyajikan pelajaran, memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok, memberikan kuis, mengevaluasi dan menyimpulkan.

Sedangkan untuk siswa adalah berkelompok dan anggota yang telah memahami menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Metode pembelajaran kooperatif STAD lebih mendorong siswa untuk belajar, meningkatkan minat belajar dan meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelompok serta meningkatkan hasil belajar siswa.
Metode pembelajaran kooperatif STAD penulis gunakan dan terapkan di SMP Negeri 2 Comal dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa dengan mampu memecahkan masalah pada materi bangun ruang sisi datar terutama kubus dan balok. (ag1/lis)

Baca juga:   Tingkatkan Minat Baca Puisi, Guru sebagai Model

Guru Matematika SMP Negeri 2 Comal, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya