Tanggapan Mampu Membentuk Karakter Siswa

Oleh: Harliana Mike Rusfita, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tanggapan merupakan salah satu materi dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas IX. Melalui materi tersebut diharapkan siswa SMP Negeri 1 Ambarawa mampu menyampaikan tanggapan dengan santun.

Dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dengan berbagai komentar, saran, kritik, dan pujian. Tanpa kita sadari, kita juga sering menanggapi sesuatu yang kita lihat dan kita rasakan. Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana cara menanggapi sesuatu secara objektif dan santun. Objektif berarti kita menanggapi sesuatu berdasarkan kenyataan atau fakta. Sedangkan santun berarti kita menyampaikan tanggapan itu secara positif dan menggunakan bahasa yang baik, meskipun yang kita sampaikan sesuatu atau hal yang kurang baik.

Kegiatan menanggapi atau berpendapat merupakan bentuk tanggapan atau penilaian terhadap sesuatu. Sesuatu yang dimaksud berupa peristiwa, ucapan dan perbuatan seseorang, atau berupa hasil karya orang lain.

Untuk merangsang peserta didik agar mampu berpikir kritis dalam menanggapi sesuatu, maka kita perlu membuat sistematika tanggapan. Pertama, kita tentukan apa yang akan ditanggapi. Kedua, bagaimana sesuatu itu terjadi. Ketiga, memberikan penilaian terhadap peristiwa tersebut. Dalam pemberian penilaian peserta didik bisa mencatat hal-hal yang menarik dan hal-hal yang tidak menarik, hal-hal yang baik dan hal-hal yang kurang baik. Serta keunggulan atau kelebihan dan kelemahan atau kekurangannya. Dari ketiga urutan tersebut akan memudahkan peserta didik untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek.

Baca juga:   Portofolio Tingkatkan Motivasi Siswa Belajar IPS

Peserta didik bisa memberikan tanggapan hasil karya temannya. Misalnya peserta didik menanggapi salah satu hasil karya temannya saat pelajaran prakarya, yaitu membuat vas bunga dari tanah liat. Hasil karya peserta didik pasti ada yang bagus dan ada pula yang jelek. Dari hasil karya itulah peserta didik diminta memberikan tanggapan sesuai struktur atau sitematika yang sudah disampaikan sebelumnya.

Pada saat memberikan tanggapan peserta didik harus bersifat objektif dan santun. Tanggapan bisa berupa pujian jika objek yang ditanggapi benar-benar mempunyai nilai bagus atau baik dan sesuai yang dirasakan. Misalnya : Vas bunga ini sangat bagus karena dilengkapi pernik-pernik serpihan kaca. Atau kalimat lain; Wah, vas bunga ini sangat unik, saya belum pernah melihat hasil karya siswa SMP sebagus ini. Selain pujian, tanggapan juga bisa berupa kritikan, jika objek yang ditanggapi kurang sesuai dalam pikiran peserta didik. Misalnya, Vas bunga ini terlalu kecil, seharusnya dibuat agak besar sehingga sesuai dengan ukuran bunganya. Atau kalimat lain, Vas bunga ini bagus, namun menurut saya akan lebih bagus lagi jika warnanya lebih mencolok.

Baca juga:   Kiat Belajar IPS yang Menyenangkan Tanpa Menghafal

Mengkritik tidak mencari kesalahan, merendahkan, menjelekkan, dan menyakiti atau menyinggung orang lain. Namun mengkritik atau tanggapan kritis memberikan masukan dengan tujuan mendorong seseorang yang dikritik untuk berkembang lebih baik.

Dengan sering memberikan tanggapan terhadap sesuatu, akan membantu membentuk karakter peserta didik menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan. (lbs2/lis)

Guru SMP Negeri 1 Ambarawa

Author

Populer

Lainnya