Pembelajaran Daring KURSIKU dalam PJJ Matematika

Oleh : Suratmin, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Saat ini dunia sedang menghadapi persaingan global dalam Revolusi Industri 4.0. Setiap negara mempersiapkan sumber dayanya, khususnya SDM agar dapat bersaing secara global. Dbutuhkan SDM yang memiliki kompetensi kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kecakapan berkomunikasi, kreativitas dan inovasi, serta kolaborasi.

Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan sejak SD sampai perguruan tinggi. Karena matematika mengajarkan untuk berfikir secara logis, kritis, analisis, sistematis dan kreatif. Serta kemampuan berfikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Maka, ini menjadi tantangan bagi guru khususnya guru matematika untuk menciptakan pembelajaran yang mengaktifkan potensi siswa. Sehingga mampu berpikir dan bernalar untuk memecahkan permasalahan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, masih banyak proses pembelajaran yang belum mengaktifkan siswa. Tidak semua guru memahami bahwa tujuan utama pembelajaran adalah untuk mengaktifkan potensi siswa sehingga siswa mampu mencari tahu dan menerapkan pengetahuannya pada sebuah keterampilan untuk membangun sikap mereka.

Oleh karenanya, adanya perbaikan pembelajaran ataupun kreativitas guru menciptakan perbaikan dalam pembelajaran menjadi sangat penting. Salah satu perbaikan pembelajaran adalah hendaknya guru menerapkan pembelajaran aktif. Menurut Bonwell (dalam Direktorat Pembinaan SMA, 2017:3) pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang menjadikan siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tetapi melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru hendaknya menjadi desainer yang mampu menguasai teori, mengajarkan, dan menerapkan teori pada proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Baca juga:   Hubungan Olahraga dengan Kesehatan dan Tumbuh Kembang Tubuh

Pembelajaran daring “KURSIKU” merupakan pembelajaran yang mengombinasikan dari beberapa metode. Yaitu diskusi, presentasi dan kuis. Dalam daring “KURSIKU”, guru membentuk kelompok kecil untuk membahas permasalahan.

Dalam wadah diskusi kelompok kecil, siswa belajar berkolaborasi, berkomunikasi, dan bernalar untuk memecahkan masalah yang diberikan guru. Setelah selesai diskusi kelompok kecil, siswa juga melatih kecakapan berkomunikasi dalam mempresentasikan hasil diskusi dalam forum meeting kelas.

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Guru juga memberi beberapa soal kuis untuk semua siswa diluar kelompok yang mempresentasikan materi kelompoknya. Hal ini untuk mengetahui pemahaman siswa dalam menerima informasi dari teman sebaya. Semua kelompok mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan kuis dari guru. Setelah seluruh kelompok selesai, hasil rekaman pelaksanaan diskusi kelompok dan laporan diskusi dikirimkan dalam kantong tugas sebagai bentuk tanggung jawab siswa melaksanakan tugas yang telah diberikan guru.

Pada pembelajaran daring KURSIKU, secara individu siswa akan berlomba-lomba mengumpulkan poin. Demikian juga dalam kelompok, siswa akan aktif dalam berdiskusi, berkomunikasi, berkolaborasi dengan teman sebaya, bernalar dan berfikir kritis untuk menyelesaikan permasalahan. Hal ini menjadikan siswa kelas XI SMAN 3 Semarang lebih aktif dalam pembelajaran matematika. Selain siswa lebih aktif dalam pembelajaran matematika, siswa juga belajar keterampilan dan keberanian untuk menyampaikan pendapat dalam forum. Hal ini juga dapat sebagai bekal siswa dalam bermasyarakat. Dengan metode daring KURSIKU guru dapat melaksanakan pembelajaran Matematika yang membuat siswa lebih aktif, mampu berfikir kritis, berkolaborasi dalam kelompok dan berkarakter sebagai bekal kecakapan hidup abad 21 untuk menghadapi persaingan lobal dalam revolusi industri 4.0. (lbs1/lis)

Baca juga:   Tingkatkan Akselerasi Pembelajaran Reading melalui Blended Learning

Guru SMAN 3 Semarang

Author

Populer

Lainnya