Serunya Belajar Bilangan dengan Media Papan Perjalanan

Oleh : Riskiyanti, S. Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan suatu proses yang dilakukan baik melalui pendidikan secara formal maupun nonformal. Dalam penyelenggaran pendidikan secara formal maka pendidik dan peserta didik dituntut untuk lebih kreatif agar tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Seorang pendidik harus mampu menguasai metode dan pemilihan media yang tepat dalam mengajar (Emda, 2011: 149). Pembelajaran yang baik dan inovatif pada dasarnya tidak terlepas dari penggunaan media. Dalam perkembangannya pada proses pembelajaran masih banyak ditemukan kendala dalam penggunaan media antara lain secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal.

Proses belajar mengajar umumnya kurang mendapat perhatian. Hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain; belum tersedianya alat-alat yang memadai yang diadakan oleh institusi atau perguruan tinggi tempat proses-belajar dan mengajar terjadi. Maka yang terjadi pembelajaran tidak berhasil, seperti yang terjadi di kelas 5 SDN Kajongan Kajen. Pembelajaran yang menjemukan bagi siswa, pembelajaran yang serius juga bisa berakibat tidak baik bagi kegiatan belajar mengajar. Selama ini proses belajar mengajar di dalam kelas identik dengan guru sebagai pembicara utama dan siswa sebagai pendengar. Alhasil proses belajar mengajar pun terasa monoton. Padahal, metode mengajar turut mempengaruhi hasil dari proses belajar di dalam kelas.

Baca juga:   Pendidikan Karakter Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Metode yang sesuai dibantu dengan media akan berpengaruh besar pada hasil belajar siswa. Azhar (2011) media pembelajaran adalah alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun diluar kelas, lebih lanjut dijelaskan bahwa media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Penggunaan media atau alat-alat modern di dalam belajar bukan bermaksud mengganti cara mengajar yang baik, melainkan untuk menyampaikan informasi dengan cepat, akurat dan membantu para pengajar dalam menyampaikan materi. Dengan menggunakan media diharapkan terjadi interaksi antara guru pengajar dengan murid secara maksimal sehingga dapat mencapai hasil belajar yang sesuai dengan tujuan. Kehadiran media pembelajaran sebagai media antara guru sebagai pengirim informasi dan penerima informasi harus komunikatif, khususnya untuk obyek secara visualisasi. Dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam, khusunya konsep yang berkaitan dengan alam semesta lebih banyak menonjol visualnya, sehingga apabila seseorang hanya mengetahui kata yang mewakili suatu obyek, tetapi tidak mengetahui obyeknya disebut verbalisme.

Baca juga:   Google Classroom, Solusi Kelas Maya Pembelajaran Daring

Media yang membantu operasi bilangan bulat diberi nama papan perjalanan operasi bilangan bulat. Alat : papan, kertas origami, double tip, lem, gunting, bolpoin. Cara penggunaannya pada siswa adalah untuk menghitung bilangan bulat. Ada sebuah jalan raya, ada angka negative dan posif ke kanan , tugas mobil melaju ke arah ke kanan atau kiri. Operasi bilangan bulat penjumlahan dan pengurangan. Aturan main sama dengan mobil kita letakkan ditengah-tengah. Misalnya A plus. Artinya mobil maju kekanan. Begitu sebaliknya. Jika penjumlahan maka mobil menghadap kearah kanan. Contoh penjumlahan operasi bilangan bulat 2 tambah 2 sama dengan 4 maka kita arahkan mobil kekanan 2 langkah dan seterusnya.

Pembelajaran berbantuan media dapat tingkatkan minat pada tujuan pendidikan. Dan dapat membantu mengatasi berbagai kendala dalam proses pendidikan. Buktinya siswa kelas 5 SDN Kajongan meningkat konsentrasi belajarnya. (ti2/zal)

Guru SDN Kajongan Kajen, Kab Pekalongan

Author

Populer

Lainnya