Asyiknya Belajar Q.S. At-Tiin dengan Metode Snowball Throwing

Oleh : Ibadiyah,S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar secara singkat adalah upaya dan berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan pengalaman. Dalam menyampaikan materi pembelajaran untuk menciptakan pengalaman yang luar biasa bagi siswa diperlukan kreatifitas. Kreatifitas sering melibatkan media dan metode yang sesuai dan menarik. Maka pembelajaran yang memberi pengalaman yang mampu membuat siswa memahami materi dan mendalaminya secara suka cita sebagai keberhasilan suatu pembelajaran.

Meskipun untuk mewujdukannya sering terdapat kendala. Sebagaimana dialami penulis sebagai guru PAI, di kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih ada siswa yang kesulitan memahami materi dan menerima pembelajaran dengan tidak antusias.

Situasi tersebut menjadi bahan kajian penulis untuk menciptakan pembelajaran yang mengasyikan dan memudahkan siswa dalam belajar. Penulis menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing dalam materi Q.S.At-Tiin pada kelas V. Model pembelajaran ini dipandang sebagai metode yang menyenangkan dan memudahkan memahami materi.

Tujuan pembelajaran materi Q.S. At-Tiin ini siswa dapat membaca, menghafal dan menulis Q.S. At- Tiin dengan benar. Dapat mengetahui makna Q.S. At- Tiin dengan benar, dapat mencontohkan perilaku saling mengingatkan dalam hal kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At- Tiin.

Baca juga:   Lebih Keren Belajar Proklamasi Kemerdekaan dengan Bermain Peran

Model Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Menurut Kisworo (Patmawati, 2012) pengertian model pembelajaran Snowball Throwing adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa dibentuk dalam beberapa kelompok yang heterogen. Masing-masing kelompok dipilih ketua kelompoknya untuk mendapat tugas dari guru. Kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Langkah-langkah model Snowball Throwing dalam materi pembelajaran Q.S. At-Tiin pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas V sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi. Kemudian, guru menyampaikan materi berkaitan pemahaman Q.S. At-Tiin. Setelah itu, guru membentuk kelompok-kelompok. Kemudian, memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi Q.S. At-Tiin.

Selanjutnya, masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompok masing-masing. Lalu menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Kosakata dengan Metode Make A Match

Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 15 menit. Siswa dapat satu bola/pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Selanjutnya, guru melakukan evaluasi. Langkah terakhir, guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran untuk mengukur tingkat pemahaman materi melalui metode tersebut.

Kelebihan model pembelajaran Snowball Throwing dalam materi Q.S. At-Tiin di antaranya suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lain.

Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karena diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan pada siswa lain. Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Pendidik tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktik. Siswa akan lebih mengerti makna kerja sama dalam menemukan pemecahan suatu masalah dan aspek kognitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai. (ce2.4/lis)

Guru PAI SD Negeri 04 Kajen

Author

Populer

Lainnya