Membuat Karangan Narasi dengan Bertukar Cerita Teman

Oleh : Yuli Aristiyanto, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa merupakan penunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua mata pelajaran yang ada di sekolah dasar. Pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mengenal dirinya, budayanya, budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya (Depdiknas, 2008:106). Keterampilan menulis merupakan proses mengungkapkan ide, pikiran, gagasan dan pengetahuan dalam bentuk tulisan yang bersifat interaktif melalui tahapan-tahapan yang saling berkaitan.

Keterampilan menulis pada kelas IV SD Negeri Kedungsegog 02 materi membuat karangan narasi masih rendah. Mereka kesulitan untuk menuliskan ejaan yang benar dalam kalimat, kesulitan dalam menggabungkan kalimat supaya menjadi karangan yang runtut. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar menulis karangan narasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang masih di bawah KKM. Berdasarkan aspek penilaian keterampilan menulis yang meliputi: kelengkapan unsur cerita, isi gagasan yang dikemukakan, organisasi dan penyajian isi, struktur tata bahasa, dan kerapian karangan, peserta didik kurang berani untuk menanyakan kesulitan yang mereka hadapi dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penulis mengubah strategi atau teknik pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik belajar peserta didik, yaitu dengan teknik pemanfaatan cerita teman.

Baca juga:   Pemanfaatan Google Formulir dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran menulis karangan narasi teknik pemanfaatan cerita teman bertujuan untuk melatih keterampilan peserta didik bekerja sama dalam menulis gagasan, ide, dan dapat menggunakan kalimat efektif dengan bahasa yang baik dan benar. Pemanfaatan cerita teman merupakan salah satu teknik yang dapat membantu peserta didik dalam pembelajaran menulis. Teknik pemanfaatan cerita teman dilaksanakan secara berpasangan. Untuk membentuk kelompok berpasangan, peserta didik diberi kesempatan memilih pasangannya sendiri. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan kelas dan meningkatkan semangat kerjasama karena peserta didik sudah saling mengenal dengan cukup baik dan tanpa ada paksaan dari guru. Agar teknik pemanfaatan cerita teman lebih bermakna, guru harus memperhatikan latar belakang peserta didik dan mampu mengembangkan kemampuan masing-masing peserta didik.

Pada kegiatan ini, peserta didik dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berimajinasi. Hasil pemikirannya diberi penghargaan sehingga merasa diperhatikan selama pembelajaran. Penerapan teknik pemanfaatan cerita teman dapat menumbuhkan sikap saling memiliki dan perhatian yang mendalam antar anggota karena peserta didik duduk saling berhadapan.

Baca juga:   Mengatasi Learning Loss Siswa Masa PTM Terbatas dengan Metode Talking Stick

Menurut Lie (2010:71), teknik pembelajaran pemanfaatan cerita teman dilaksanakan secara berpasangan menggabungkan empat aspek keterampilan berbahasa yaitu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Teknik ini dapat merangsang peserta didik untuk mengembangan kemampuan berpikir dan berimajinasi. Selain itu, peserta didik bekerja dengan sesama peserta didik dalam suasana gotong royong, mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Adapun langkah-langkah adalah sebagai berikut :1) Guru menjelaskan materi menulis karangan narasi dan pengarahan tentang teknik pemanfaatan cerita teman. 2) Peserta didik membentuk kelompok kecil secara berpasangan. 3) Dalam kelompok, salah satu peserta didik menceritakan pengalaman atau kegiatan keseharian dan peserta didik yang satunya menulisnya. Hal tersebut dilakukan secara bergantian. 4) Hasil tulisan tersebut dikoreksi secara bersama-sama dalam kelompok. 4) Beberapa peserta didik membacakan hasil tulisannya di depan kelas. Teknik pemanfaatan cerita teman yang dilaksanakan secara berpasangan ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menulis karangan narasi. (ipa1/ton)

Guru SDN Kedungsegog 02 Kec. Tulis, Kab. Batang

Author

Populer

Lainnya