Tingkatkan Hasil Belajar PAIBP melalui Metode Card Sort

Oleh : Ika Fenny Yunianti S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR merupakan proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang (Sudjana, 2000). Menurut Winkel dalam Darsono (2000) belajar adalah aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaktif aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap.

Hasil belajar yang dicapai siswa di sekolah merupakan tujuan dari kegiatan belajarnya. Berkenaan dengan tujuan ini, Bloom dalam Anni et al (2005) mengemukakan taksonomi yang mencakup tiga kawasan, yaitu kawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pembelajaran ranah kognitif berkaitan dengan hasil pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual. Ranah kognitif mencakup beberapa kategori yaitu, pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian. Pembelajaran ranah afektif merupakan hasil belajar yang paling sukar diukur. Tujuan pembelajaran ini berhubungan dengan perasaan, sikap, minat, dan nilai. Kategori tujuan pembelajaran afektif yaitu penerimaan, penilaian, pengorganisasian, dan pembentukan pola hidup. Tujuan pembelajaran ranah psikomotorik menunjukkan adanya kemampuan fisik seperti keterampilan motorik dan syarat, manipulasi objek, dan koordinasi syaraf.

Hasil belajar siswa dapat diketahui melalui penilaian kelas. Yakni proses pengumpulan dan penggunaan informasi untuk pemberian keputusan terhadap hasil belajar siswa, berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret atau profil kemampuan siswa sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Bentuk penilaian kelas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penilaian kinerja (perfomance), penilaian tes tertulis (paper and pen), dan penilaian sikap.

Baca juga:   Pembelajaran Respirator pada Manusia Asyik dengan Quizizz

Sekolah merupakan salah satu faktor luar dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Karena itu, guru sebagai anggota sekolah memiliki peran penting dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Untuk itu, guru harus memiliki kompetensi di bidangnya agar pembelajaran tidak monoton. Guru sebaiknya mampu memvariasikan metode pembelajaran. Misalkan diskusi inkuiri, praktikum, game, dan jigsaw. Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi dapat mempengaruhi hasil belajar. Karena siswa merasa senang dalam belajar, motivasi tinggi dan hasil belajarnya dapat maksimal.

Seperti halnya pembelajaran di SDN 01 Batursari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP), selalu berusaha menciptakan pembelajaran di kelas yang menyenangkan. Sehingga materi dapat diterima dan cepat diserap oleh peserta didiknya. Maka dari itu, penulis menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode card sort dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas.

Card Sort adalah kegiatan kolaboratif yang biasa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klarifiksi, fakta tentang objek atau me-review ilmu yang telah diberikan sebelumnya. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu menggairahkan siswa yang kelelahan. Kartu sebagai media dalam pelaksanaan pembelajaran.

Baca juga:   Kegiatan Pramuka di Masa Pandemi Covid-19

Card Sort bisa disebut sortir kartu yaitu pemilahan kartu. Strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang objek atau me-review informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh dan bosan.

Media pembelajaran dengan menggunakan metode card sort sangat tepat untuk menyelesaikan permasalah guru dalam pembelajaran materi pokok bahasan Rasul Ulul Azmi di kelas V SDN 01 Batursari. Hasil belajar siswa meningkat sesuai yang diharapkan dan nilainya dapat mencapai kritiria ketuntasan Minimal (KKM). (gb1/ida)

Guru PAIBP SDN 01 Batursari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya