Ciptakan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Tema dengan Model CTL

Oleh : Wiwik Dwi Kurniawati S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KONDISI belajar yang baik berarti proses belajar mengajar berlangsung dengan baik pula. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Karena itu, penting sekali bagi guru memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik. Untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam kegiatan pembelajaran kemampuan pengelolaan kelas merupakan salah satu faktor yang harus dikuasai oleh guru, di samping fakor-faktor lainnya. Kemampuan tersebut yang kemudian disebut dengan kemampuan mengelola kelas. Kelas merupakan ruangan belajar dan rombongan belajar.

Malasnya peserta didik SDN 01 Tenogo kelas 6 dalam belajar karena kurang pahamnya terhadap tujuan dan kegunaan dari belajar itu sendiri. Pandangan siswa, belajar hanyalah sebuah kegiatan rutin belaka, sekedar membaca buku, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, dan lainnya. Hal ini berpengaruh terhadap hasil belajar tematik terutama materi perbedaan waktu dan pengaruhnya.
Keberhasilan mengajar seorang guru tidak hanya berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar, misalnya tujuan yang jelas, menguasai materi, pemilihan metode yang tepat, penggunaan sarana, dan evaluasi yang tepat.

Kemudian penulis menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), menawarkan bentuk pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. CTL merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkan serta menerapkannya dalam kehidupannya.

Baca juga:   Model Pembelajaran Snowball Throwwing untuk Belajar Siklus Hidup Hewan

Dengan demikian, peran siswa dalam pembelajaran CTL adalah sebagai subjek pembelajar yang menemukan dan membangun sendiri konsep-konsep yang dipelajarinya. Belajar bukanlah menghafal dan mengingat fakta-fakta, tetapi belajar adalah upaya untuk mengoptimalkan potensi siswa baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Sementara Trianto (2007) berpendapat pula mengenai CTL adalah pembelajaran yang terjadi apabila siswa menerapkan dan mengalami apa yang sedang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah dunia nyata yang berhubungan dengan peran dan tanggung jawab mereka sebagai anggota keluarga dan warga masyarakat.

Langkah-langkah yang harus ditempuh, antara lain, pertama, modeling. Di sini guru akan mengutarakan kompetensi dan tujuan, bimbingan dan motivasi. Tanamkan pola pikir bahwa para siswa akan lebih memahami pelajaran dengan belajar secara mandiri, menemukan ilmu secara mandiri, mengonstruksi gagasan secara mandiri. Kedua, inquiry. Terdiri atas pengidentifikasian, analisis, observasi, hipotesis. Lakukan aktivitas inquiry untuk berbagai teori dan konsep. Ketiga, questioning. Langkah ini mencakup mengarahkan, eksplorasi, menuntun, evaluasi, inquiry dan generalisasi. Tanamkan karakter ingin tahu pada pembelajar dengan bertanya. Keempat, learning community, cakupan pada bagian ini adalah belajar kelompok/grup, siswa diminta bekerja sama, melaksanakan berbagai aktivitas dan penelitian. Kelima, constructivism terdiri membuat pengertian secara mandiri, tesis-sintesis, konstruksi teori dan pemahaman. Keenam, reflection, pada bagian ini siswa diminta untuk mengulas dan merangkum materi pada sesi akhir pertemuan. Ketujuh, authentic assessment ini merupakan proses akhir pembelajaran di mana siswa dinilai dan menilai secara objektif agar siswa bisa mewujudkan kompetensi yang telah disampaikan pada awal sesi.

Baca juga:   Alat Peraga Spimus Tingkatkan Belajar Volume Bangun Ruang

Model CTL memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat maju sesuai dengan potensi yang dimiliki sisiwa sehingga siswa terlibat aktif dalam PBM. Harapan penulis, siswa dapat berpikir kritis dan kreatif dalam mengumpulkan data, memahami isu dan memecahkan masalah dan guru dapat lebih kreatif. (ce4/ida)

Guru SDN 01 Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya