Dengan Media Benda Tiruan Lebih Efektif Pahami Rantai Makanan

Oleh : Yunita Hardhiana S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN adalah suatu kombinasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran (Sadiman, 2010:2). Proses belajar yang baik jika terdapat interaksi antara guru dan siswa. Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Namun, tidak semua guru bisa mengaplikasikan hal tersebut. Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah (teacher center). Ini mengakibatkan siswa kurang bisa memahami materi dengan baik karena proses pembelajarannya cenderung pasif dan hanya mengandalkan informasi yang diberikan oleh guru, tanpa ada timbal balik dari para siswanya.

Pada beberapa kasus proses pembelajaran IPA untuk materi rantai makanan menunjukkan bahwa siswa hanya menerima materi tanpa adanya pelibatan secara aktif. Sehingga materi yang disampaikan menjadi kurang berkesan dan siswa cenderung mudah melupakan materi tersebut karena mereka hanya disajikan materi berupa hafalan, bukan pemahaman. Akibatnya, siswa cenderung menghafal materi tersebut secara teori tanpa bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi rantai makanan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VII SMPN 5 Bawang, penulis meminta siswa mendeskripsikan dan mempraktikkan materi rantai makanan dengan menggunakan beberapa benda tiruan, seperti mainan hewan untuk anak-anak dan tumbuhan plastik sebagai media pembelajaran.

Baca juga:   Prakarya Hidupkan Keunggulan Lokal

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemukan contoh rantai makanan yang dipraktikkan di rumah. Contohnya, Rumput, Belalang, Burung, dan Ular. Kedua, mencari benda tiruan yang bisa digunakan untuk merepresentasikan rantai makanan, misalnya menggunakan mainan hewan anak-anak untuk merepresentasikan belalang, burung, dan ular. Dan menggunakan tumbuhan plastik untuk merepresentasikan rumput di dalam rantai makanan tersebut. Ketiga, para siswa diminta membuat video yang menjelaskan tentang materi rantai makanan dengan menggunakan media benda tiruan yang sudah disiapkan sebelumnya. Hal ini bisa membantu para guru untuk mengetahui sudah sejauh mana pemahaman para siswa mengenai materi yang mereka pelajari.

Dengan adanya pengembangan media benda tiruan untuk pembelajaran materi rantai makanan, bisa melatih tanggung jawab siswa. Karena secara tidak langsung, siswa diberikan kepercayaan untuk mengobservasi kegiatan untuk mendapatkan informasi mengenai materi rantai makanan dengan media yang ada. Pengembangan media benda tiruan ini sangat cocok dilakukan di tengah situasi Covid-19. Supaya siswa tidak bosan saat belajar di rumah dan tetap bisa mempraktikkan materi tersebut secara langsung.

Baca juga:   SMKN 1 Demak Terpilih Jadi Pusat Keunggulan Sektor Hospitality

Menurut Hamdani (2010:246), proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan gambar, video, film, atau media lain, akan membantu siswa memperoleh gambaran nyata tentang materi yang sedang dipelajari. Dengan melihat gambaran nyata, para siswa bisa lebih memahami materi tersebut dan tidak mudah melupakannya. Hal ini dikarenakan mereka akan merasa lebih dekat dengan fenomena tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media benda tiruan untuk pembelajaran materi rantai makanan pada siswa kelas VII SMPN 5 Bawang sangat efektif. Karena siswa diberikan kebebasan untuk menjelaskan materi rantai makanan dengan media benda tiruan yang sudah mereka pilih. Hal ini membantu siswa lebih kreatif dan lebih memahami materi yang sedang dipelajari. Karena mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran tersebut. (lbs2/ida)

Guru IPA SMPN 5 Bawang, Kabupaten Banjarnegara

Author

Populer

Lainnya