Asyiknya PjBL Karya Patung Melalui Media Sosial

Oleh : Retno Isnawahyuningsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 sudah satu tahun melanda Indonesia, tidak hanya menyerang ke badan manusia saja, tapi juga mampu melumpuhkan satu persatu operasional ekonomi nasional, termasuk dunia pendidikan. Akibatnya, interaksi sosial secara langsung dari berbagai aspek sangat berkurang, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi agar semangat belajar tetap dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, perlu ada kiat-kiat agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif pada saat PJJ.

Pembelajaran Jarak Jauh dibagi kedalam dua pendekatan yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Pembelajaran daring bisa menggunakan beberapa aplikasi diantaranya Whatshap, Google Meet, Rumah Belajar, Zoom, Microsoft teams, Google Classroom dan lain- lainnya. Media sosial yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh adalah whatshap grup.

Salah satu model pembelajaran yang menarik dan membuat siswa aktif yaitu model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL). Berdasarkan informasi tersebut, guru melaksanakan pembelajaran secara daring di SD Negeri 2 Karanganyar muatan pelajaran SBdP Kelas VI dengan kompetensi dasar membuat patung menggunakan model PjBL.

Baca juga:   Menumbuhkan Kejujuran Melalui “Sensol”

Model pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran (Permendikbud, 2014: 20). Model pembelajaran Project Based Learning ini merupakan model pembelajaran inovatif yang melibatkan kerja proyek dimana peserta didik bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi pembelajarannya dan mengkulminasikannya dalam produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).

Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivias peserta didik untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Produk yang dimaksud adalah hasil projek dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan lain-lain. Pendekatan ini memperkenankan peserta didik untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok dalam menghasilkan produk nyata.

Penerapkan model pembelajaran PjBL dalam PJJ sangat mudah. Pertama guru menyampaikan topik projek kepada peserta didik yaitu tugas untuk membuat karya patung dari bahan lunak melaui Whatshap grup . Kedua, guru memfasilitasi peserta didik untuk merancang langkah-langkah kegiatan penyelesaian projek beserta pengelolaannya menggunakan tanah liat, bubur kertas, lilin, sabun batangan atau plastisin. Peserta didik bekerjasama dengan orang tua diberi kebebasan untuk memilih bahan dan model patung. Ketiga guru memfasilitasi dan memonitor peserta didik dalam melaksanakan rancangan projek yang telah dibuat melalui Whatshap grup. Keempat peserta didik disuruh membuat laporan hasil karya yang telah dibuat meliputi bentuk patung, bahan, teknik pembuatan, alat, dan cara pembuatan. Kelima guru memfasilitasi peserta didik untuk mempresentasikan dan mempublikasikan hasil karya patung yang dibuatnya melalui aplikasi video dan dikirim melalui Whatshap grup. Walaupun tidak bertatap muka dengan teman dan gurunya mereka bisa saling melihat dan mengomentari hasil karya teman. Guru dan peserta didik pada akhir proses pembelajaran melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil tugas projek.

Baca juga:   Dongkrak Minat Belajar PKn dengan Metode Bermain Peran

Model PjBL ini memiliki banyak keuntungan diantaranya meningkatkan motivasi belajar peserta didik, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, membuat peserta didik menjadi lebih aktif, mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi, menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara langsung, membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. (lbs1/ton)

Guru SD Negeri 2 Karanganyar, Kec. Patikraja, Kab. Banyumas

Author

Populer

Lainnya