Metode Demonstrasi Tingkatkan Belajar Asmaul Husna

Oleh : Masruroh S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN adalah kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang berhasil, mampu membuat siswa memahami apa yang disampaikan oleh gurunya dengan rasa suka cita dan antusiasme untuk mempelajari dan menggali lebih dalam lagi.

Untuk menciptakan rasa suka cita dalam kelas pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh media dan metode yang tepat dan menarik perhatian siswa, terutama di tingkat sekolah dasar (SD).

Seperti yang dialami penulis kelas II SDN Jraganan, Bodeh, pada mata pelajaran (mapel) Pendidikan Agama Islam (PAI). Masih terdapat siswa yang hanya bermain dan acuh tak acuh dalam mengikuti pembelajaran. Karena itu, penulis menerapkan metode demonstrasi pada materi makna asmaul husna.

Kompetensi dasar (KD) pada materi makna asmaul husna kelas II (dua) pada ranah pengetahuan mengenal makna Asmaul Husna Al-Quddus, As-Salam, dan Al-Khaliq. Indikator capaian belajarnya, siswa mampu mengidentifikasi maknanya serta mampu mempraktikkan lafal asmaul husna tersebut.

Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya (Syaiful, 2008:210).

Baca juga:   Tanam Hidroponik Membangkitkan Minat Belajar Siswa Daring

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000:22).

Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajarn kelas, untuk memusatkan perhatian siswa, dan mengajak siswa lebih fokus dalam kelas pembelajaran.

Adapun langkah–langkah model pembelajaran demonstrasi pada materi makna asmaul husna sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberi motivasi kepada siswa. Lalu guru menyampaikan topik pembelajaran makna asmaul husna dan tujuan pembelajaran sesudah demonstrasi itu dilakukan. Kemudian, guru menyiapkan media untuk demonstrasi yang mudah dan bisa dilihat jelas oleh siswa dari posisi duduk depan tengah maupun belakang. Sebaiknya kelas dibentuk lingkaran atau huruf U. Setelah itu, guru menghitung jumlah siswa untuk membentuk kelompok diskusi berkaitan makna asmaul husna tersebut. Lalu, guru mengatur waktu demonstrasi dan menyampaikan aturan saat demontrasi dan sesudah demontrasi kepada siswa. Kemudian, guru melakukan demonstrasi dengan menggunakan kertas warna yang sudah ditulis asmaul husna Al-Quddus, As-Salam dan Al-Khaliq dengan menuliskan maknanya di belakangnya.

Baca juga:   Penerapan Reward dan Punishment Meningkatkan Disiplin Guru

Dalam perkembangan guru juga bisa memvariasi dengan tulisan disertai ilustrasi gambatr dari sifatnya. Siswa diminta menyimak dengan seksama dan mencatat hal yang penting yang disampaikan oleh guru. Kemudian, guru mempersilahkan pertanyaan dan komentar siswa. Sebelum guru menjawab, siswa lain dipersilahkan menanggapi komentar siswa lain. Lalu, guru meminta siswa untuk mendemonstrasikan apa yang sudah dilakukan guru. Terakhir, guru menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa dan membuat kesimpulan pembelajaran.

Model pembelajaran demonstrasi ini memiliki kelebihan di antaranya, perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga dapat diamati secara teliti, dapat membimbing siswa ke arah berpikir dalam satu saluran pikiran yang sama, ekonomis dalam jam pelajaran di sekolah. Bahkan, dapat mengurangi kesalahan-kesalahn bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan. Dengan demonstrasi, siswa mendapatkan gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya. Karena gerakan dan proses yang dipertunjukan, tidak memerlukan keterangan yang banyak. Bahkan, beberapa persoalan yang menimbulkan pertanyaan atau keraguan dapat diperjelas pada proses demonstrasi. (pg2/ida)

Guru PAI SDN Jraganan, Bodeh, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya