Belajar PKN Asyiik dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Oleh : Lasi Dwi Hariyanti, S,Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarkter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat diukur dari partisipasi siswa mengikuti kegiatan tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penugasan materi serta prestasi belajar siswa.

Berdasarkan pengamatan di SD Negeri 02 Pagelaran, kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, ada berapa permasalahn dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Diantaranya yaitu prestasi belajar siswa sangat rendah. Hal ini dikarenakan siswa bosan dengan pembelajaran guru yang monoton dan metode guru yang kurang variatif sehingga berpengaruh juga pada prestasi siswa, permasalahan berikutnya yaitu siswa sangat jarang sekali yang mau bertanya, sehingga suasana pembelajaran menjadi pasif dan kurang asik. Hal ini dikarenakan siswa kurang tertarik dengan metode guru yang kurang variatif, yang terkesan itu-itu saja. Kemudian dari segi kepedulian, antara siswa yang satu dengan siswa yang lain juga masih kurang. Hal ini dikarenakan anak kurang terbiasa diajak untuk bekerjasama atau diskusi dalam proses pembelajaran.

Baca juga:   Bermain Peran Tentang Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Pembelajaran kooperatif tipe STAD, salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Dengan skema siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu.

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) menurut Slavin (2009). Tujuan utama dari pembelajaran ini adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Setiap awal dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Penyajian tersebut mencakup pembukaan, pengembangan dan latihan terbimbing dari keseluruhan pelajatran dengan penekanan dalam penyajian materi pelajaran. Proses pembelajaran STAD yang sederhana namun bermakna, yaitu guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam kelompok atau tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai materi tersebut. Setelah itu seluruh siswa diberikan tes , pada saat tes mereka tidak dapat saling membantu. Poin setiap anggota tim selanjutnya dijumlahkan untuk mendaptkan skor kelompok. Tim yang mencapai kreteria tertentu diberikan sertifikat atau penghargaan yang lain.

Baca juga:   Pancasila Tanamkan Kepribadian Siswa dalam Kehidupan Sehari-hari

Apresiasi yang dilakukan guru adalah dengan mengingatkan siswa tentang materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya dan dengan sedikit membahas tugas pekerjaan rumah siswa yang dirasa siswa sulit dikerjakan. Pada partisipasi siswa dengan menggunakan Pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat disimpulkan baik dan aktif bekerjasama dalam diskusi kelompok, serta mengasikan bagi siswa karena siswa telah berani mengemukakan pendat baik pada anggota kelompok maupun pada guru. Dari pengamataan hasil partisipasi siswa dapat dikatagorikan baik, ini dibuktikan anak-anak merasa senang dan asik selama mengikuti pembelajaran, dan nilai rata-rata hasil parisipasi siswa mencapai 81% dengan katagori nilai baik, dengan demikian pembelajaran dengan metode STAD membuat siswa merasa senang dan asyik dalam mengikuti pembelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewrganegaraan. (pg2/zal)

Guru SDN 02 Pagelaran

Author

Populer

Lainnya